Jakarta – Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta telah memeriksa Anggota Komisi C DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Hardiyanto Kenneth terkait insiden masuk jalur Transjakarta yang berujung cekcok dengan anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) di kawasan Pesing, Jakarta Barat, pada Jumat, 3 Juli 2026 lalu.
Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta Yudha Permana mengumumkan, dalam sidang etik yang digelar pada Selasa, 14 Juli 2026 kemarin, BK DPRD DKI memutuskan menjatuhkan sanksi berupa teguran lisan keras kepada Hardiyanto Kenneth.
”Karena itu, BK menjatuhkan sanksi berupa teguran lisan keras,” kata Yudha Permana kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, dikutip Kamis, 16 Juli 2026.
Yudha Permana mengungkapkan, keputusan tersebut diambil usai BK DPRD DKI memeriksa dan meminta keterangan langsung dari Hardiyanto Kenneth.
Politisi Partai Gerindra itu berujar, dalam sidang tersebut Kenneth mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada institusi terkait maupun masyarakat, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.
”Kami telah memanggil Saudara Kenneth. Yang bersangkutan mengakui kesalahan, telah meminta maaf kepada institusi dan masyarakat, serta berkomitmen agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Yudha Permana.
Respons Kenneth atas sanski dari BK DPRD DKI

Sebelumnya, Hardiyanto Kenneth menyampaikan permohonan maaf atas insiden masuk ke jalur khusus Transjakarta yang berujung cekcok dengan anggota Satlantas. Ia mengakui telah melakukan kesalahan dengan memasuki jalur busway.
Ia menegaskan, peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga agar ke depan lebih disiplin dalam menaati aturan lalu lintas.
”Secara pribadi saya meminta maaf dan mengakui melakukan kesalahan karena telah masuk ke jalur busway. Ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya agar ke depan bisa bersikap dan bertindak lebih baik, serta menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” kata Kenneth saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia pun menjelaskan, persoalan dengan anggota kepolisian telah diselesaikan secara kekeluargaan. Sebagai bentuk perdamaian, ia bahkan sempat menunjukkan foto saat berpelukan dengan anggota Satlantas yang terlibat dalam insiden tersebut.
Selain menyelesaikan persoalan dengan pihak kepolisian, Kenneth juga telah menjalani pemeriksaan oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta yang dipimpin Yudha Permana. Hasilnya, BK menjatuhkan sanksi berupa teguran keras kepada Kenneth.
”Ya, saya dipanggil oleh BK. Hasilnya, saya mendapatkan sanksi berupa teguran keras,” ujar Hardiyanto Kenneth. []

