Jakarta – Setelah sukses dengan “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” yang penuh keceriaan dan “Sendiri” yang mengajak pendengar berdamai dengan isi kepala, kini Sheryl Sheinafia kembali hadir dengan karya yang jauh lebih intim.
Single terbarunya berjudul “Tenggelam” resmi dirilis pada 17 Juli 2026 di seluruh digital streaming platform, sekaligus menjadi pembuka perjalanan menuju album terbaru bertajuk “Bittersweet”.
Berbeda dari karya sebelumnya, “Tenggelam” berbicara tentang rasa sakit yang sering hadir dalam diam. Lagu ini menggambarkan perasaan ketika seseorang tetap menjalani hidup, memenuhi berbagai peran dan ekspektasi, namun di saat yang sama tidak benar-benar merasa dilihat atau dipahami.
Meski sekilas terdengar seperti lagu tentang hubungan romantis, Sheryl menegaskan bahwa makna “Tenggelam” jauh lebih luas: sebuah refleksi atas fase kehidupan ketika seseorang perlahan kehilangan dirinya sendiri karena terlalu lama memikul tanggung jawab, tekanan, hingga beban emosional.
“‘Tenggelam’ bukan tentang menyerah. Lagu ini adalah tentang menyadari momen ketika kita merasa seperti sedang tenggelam, lalu memiliki keberanian untuk mengakui perasaan itu,” ucap Sheryl Sheinafia.
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa kerentanan dalam lagu tersebut tidak diposisikan sebagai kelemahan, melainkan sebagai bentuk kejujuran terhadap diri sendiri.
Alih-alih menawarkan jawaban atau akhir yang sempurna, “Tenggelam” justru memberikan ruang bagi pendengarnya untuk merasakan emosi apa adanya. Lagu ini hadir sebagai pengingat bahwa seseorang tetap bisa melangkah tanpa harus selalu terlihat kuat setiap saat.
Sheryl menghadirkan karya yang tidak menghakimi, tidak menggurui, tetapi menemani siapa pun yang pernah merasa tenggelam di tengah riuhnya kehidupan.
Single ini juga menjadi pintu masuk menuju album “Bittersweet”. Album tersebut akan mengikat keseluruhan cerita tentang menerima bahwa hidup selalu dipenuhi dua sisi yang berjalan beriringan: bahagia dan sedih, harapan dan kehilangan, pulih dan terluka.
Dalam konteks itu, “Tenggelam” menjadi salah satu momen paling intim, menangkap esensi besar album yakni kemampuan untuk tetap hadir di tengah rasa sakit, tanpa memaksakan semuanya segera selesai.
Sheryl Sheinafia dikenal sebagai musisi yang konsisten menghadirkan karya-karya dekat dengan pengalaman banyak orang. Dari fase jatuh cinta, kesendirian, hingga kini menghadapi kerentanan, ia selalu berhasil menyentuh sisi emosional pendengarnya.
Single “Tenggelam” memperlihatkan kedewasaan musikal Sheryl sekaligus memperkuat identitasnya sebagai penyanyi-penulis lagu yang jujur dan relevan.
Dengan rilisnya single ini, Sheryl membuka babak baru dalam perjalanan kariernya. “Bittersweet” akan menjadi album yang merekam dinamika kehidupan dengan jujur, menghadirkan karya yang tidak hanya indah secara musikal tetapi juga kaya makna.
Lagu “Tenggelam” menjadi pembuka yang tepat, membawa pendengar untuk menyelami kedalaman emosi sebelum akhirnya diajak menelusuri keseluruhan cerita album. []

