Jokowi Buka-bukaan Soal Pendidikan Gibran: SD-SMP di Solo, SMA di Singapura

SOLO, Opsi.id— Presiden ke-7 RI Joko Widodo buka suara mengenai riwayat pendidikan putranya, Gibran Rakabuming Raka, di tengah gugatan terkait pemenuhan syarat pendidikan calon wakil presiden ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Jokowi menjelaskan, Gibran menempuh pendidikan dasar hingga sekolah menengah pertama di Kota Solo.

Setelah itu, Gibran melanjutkan pendidikan tingkat menengah di Singapura.

“Mas Gibran itu SD-nya di SD 16 Kota Madya Surakarta, SMP-nya di SMP Negeri 1 Kota Madya Surakarta, SMA di Orchid Park Secondary School di Singapura,” kata Jokowi di Banjarsari, Solo, Kamis (24/9/2026).

Menurut Jokowi, setelah menyelesaikan pendidikan di Singapura, Gibran melanjutkan pendidikan ke UTS Insearch di Australia.

Ia menjelaskan, UTS Insearch merupakan program pathway atau jalur persiapan sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Setelah itu seingat saya tiga tahun, kemudian pindah lagi masuk ke MDIS di Singapura. Jadi jelas semuanya,” ujar Jokowi.

Jokowi Hormati Proses di MK

Terkait gugatan yang kini diproses MK, Jokowi mengatakan dirinya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Ia menilai persoalan pemenuhan syarat pendidikan Gibran telah melalui proses verifikasi ketika pencalonan dan diterima oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Ya itu proses hukum, nanti yang memiliki kewenangan yaitu Mahkamah. Nyatanya kan persyaratannya diterima oleh KPU,” kata Jokowi.

Jokowi juga mempertanyakan apabila seseorang yang telah menempuh pendidikan di luar negeri masih harus mengikuti pendidikan kesetaraan.

“Masa sudah sekolah di luar suruh ikut Paket C lagi,” ujarnya.

Pendidikan Gibran Dipersoalkan di MK

Sebelumnya, MK kembali memeriksa perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang berkaitan dengan sengketa hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Salah satu materi yang dipersoalkan pemohon adalah pemenuhan syarat pendidikan Gibran sebagai calon wakil presiden terpilih.

Perkara tersebut diajukan oleh 12 pemohon, termasuk mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana.

Bambang Widjojanto tercatat sebagai salah satu kuasa hukum pemohon.

Dalam sidang pendahuluan pada Senin (21/9/2026), pemohon mempersoalkan penerapan Pasal 169 huruf r Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur persyaratan pendidikan calon presiden dan wakil presiden.

Kuasa hukum pemohon berpendapat persyaratan pendidikan harus telah dipenuhi secara sah sejak tahapan pendaftaran dan penetapan pasangan calon.

Denny Indrayana juga meminta MK membuka ruang pembuktian untuk menguji pemenuhan syarat pendidikan tersebut.

Menurutnya, pelantikan pejabat negara tidak serta-merta menghapus persoalan administratif yang sedang dipersoalkan.

Perkara tersebut kini menjadi bagian dari proses hukum yang tengah berjalan di MK. []

Baca juga: Jokowi Disorot, Irma Chaniago Pasang Badan: Dia Manusia Merdeka, Punya Hak Politik

Baca juga: Menggoyang Gibran, Siapkan Suksesi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Mentas di Hari Pertama Synchronize Fest 2026, The Changcuters Singgung Karhutla

Jakarta - Panggung festival musik kerap kali menjadi ruang...

9 Gitaris Legendaris Tanah Air Jadi Pembuka Konser Guns N’ Roses 2026

Jakarta - Sebuah pencapaian monumental dan gagasan revolusioner kembali...

Baru Naik Panggung, Afgan Sukses Bikin Penonton Synchronize Fest 2026 Koor Massal

Jakarta - Panggung festival musik berskala besar sering kali...

Grup Duo Narangga Lepas Single Kau dan Aku

Jakarta - Menavigasi berbagai fase kehidupan yang penuh dengan...

Single Terbaru Memilih Diam dari Mahatva Resmi Dirilis

Jakarta - Di tengah ritme kehidupan modern yang kerap...

Sering Tidur Setelah Tengah Malam? Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Jakarta, Opsi.id – Kebiasaan tidur setelah tengah malam kerap...

PSI Sumut Jadi Rumah untuk Wong Cilik, Buruh, dan Pedagang Pasar

MEDAN, Opsi.id – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) optimistis mampu...

Antrean SPBU di Bali dan Jatim, Bahlil Ungkap Masalah Distribusi BBM

Jakarta, OPSI.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral...

Berita Terbaru

Popular Categories