Jakarta – Kolaborasi terbaru antara Mikha Tambayong dan Rayi Putra menghadirkan sebuah karya yang berbeda dari kebanyakan lagu perpisahan.
Lagu berjudul “Jalan Tengah”, yang dirilis di bawah naungan MyMusic Records pada 17 Juli 2026, mengangkat kisah tentang dua orang yang saling mencintai namun akhirnya menyadari bahwa cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah hubungan.
Ditulis oleh Rayi bersama Ankadiov dan Wizzy dari RAW Music, “Jalan Tengah” menawarkan sudut pandang yang lebih dewasa. Alih-alih menyoroti pengkhianatan atau konflik besar, lagu ini justru menggambarkan pasangan yang berusaha mempertahankan hubungan meski perlahan menyadari bahwa perbedaan mereka terlalu mendasar.
Pesan utama lagu ini adalah bahwa tidak semua perpisahan berarti kegagalan. Terkadang, menerima kenyataan bahwa seseorang bukanlah pasangan yang tepat justru menjadi bentuk kasih sayang dan penghargaan terbesar terhadap hubungan yang pernah diperjuangkan.
Rayi menyebut “Jalan Tengah” sebagai sebuah mature break-up song, lagu perpisahan yang tidak harus dipenuhi amarah atau kesedihan mendalam, melainkan penuh penerimaan dan tanpa saling menyalahkan.
Bagi Mikha, proyek ini memiliki makna personal yang mendalam. Ia menyebut kolaborasi bersama Rayi sebagai sebuah full circle moment. Saat berusia 13 tahun dan mengikuti ajang pencarian bakat pada 2008, Mikha pernah bertemu Rayi yang hadir sebagai tamu spesial.
Saat itu, ia diam-diam berharap suatu hari bisa berduet dengan Rayi. Bertahun-tahun kemudian, harapan itu akhirnya terwujud melalui “Jalan Tengah”.
Proses kreatif lagu ini juga melibatkan sejumlah nama penting. Bianca Nelwan bertindak sebagai vocal director, sementara mixing dan mastering dipercayakan kepada Reyner Ferdinand.
Pesan yang diangkat dalam lagu ini diterjemahkan secara visual melalui music video yang disutradarai oleh Moedhalie. Video tersebut menggambarkan Mikha dan Rayi sebagai pasangan yang menghabiskan waktu di sebuah taman.
Mikha terlihat tenggelam dalam buku, sementara Rayi sibuk merekam momen dengan camcorder.
Keduanya menari bersama dalam suasana hangat, namun kebersamaan itu terhenti ketika sebuah labirin muncul. Rayi memilih berjalan ke kiri, Mikha melangkah ke kanan.
Mereka melanjutkan perjalanan masing-masing dengan harapan bisa bertemu di tengah, namun semakin jauh mereka berjalan, semakin jelas bahwa tujuan mereka berbeda.
Ketika akhirnya bertemu kembali, keduanya hanya saling tersenyum dan melambaikan tangan sebelum melanjutkan perjalanan masing-masing. Penutup sederhana ini merepresentasikan pesan utama “Jalan Tengah”: cinta tidak gagal, hanya tidak menemukan jalan tengahnya.
Dengan nuansa lirik yang jujur dan aransemen yang hangat, “Jalan Tengah” menjadi salah satu karya yang relevan dengan pengalaman banyak orang. Lagu ini tidak hanya menyoroti perpisahan, tetapi juga mengajarkan bahwa berpisah secara dewasa adalah bentuk penghormatan terhadap cinta itu sendiri.
Lagu “Jalan Tengah” kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital serta kanal YouTube resmi Mikha Tambayong. []

