Qodari Sentil Kritik ke Prabowo: Lihat Substansinya, Jangan Cuma Potongan Videonya!

JAKARTA, Opsi.id  – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) M. Qodari menyentil pihak-pihak yang mengkritik pidato Presiden Prabowo Subianto hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

Menurutnya, publik seharusnya melihat substansi dan konteks utuh pidato Presiden, bukan sekadar cuplikan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Ia menegaskan, pidato Prabowo selama ini berisi penjelasan mengenai berbagai program pemerintah dan langkah penyelesaian persoalan bangsa.

Qodari mengatakan, fenomena potongan video atau clipper di media sosial kerap menghilangkan konteks pembicaraan sehingga memunculkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Ia mencontohkan pengalamannya sendiri saat berdebat dengan seorang perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Menurutnya, cuplikan video yang beredar seolah-olah menggambarkan dirinya tidak mengetahui bahwa Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak memiliki Fakultas Kedokteran.

Padahal, kata dia, pernyataan tersebut hanya berupa ilustrasi dalam diskusi mengenai puluhan ribu kursi kosong di perguruan tinggi yang kemudian dipotong tanpa konteks.

“Itu salah satu contoh bahaya clipper, mengeluarkan pernyataan dari konteksnya,” ujar Qodari dalam diskusi di kanal YouTube Sinkos Indonesia, Rabu (29/7/2026).

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mendengarkan pidato Presiden Prabowo secara utuh sebelum memberikan penilaian.

Baca juga: Survei Terbaru: Jika Pilpres Digelar Sekarang, Prabowo Diprediksi Kalah dari Dedi Mulyadi

Menurutnya, suasana yang dirasakan audiens yang hadir langsung berbeda dengan kesan yang muncul setelah pidato dipotong menjadi cuplikan-cuplikan pendek di media sosial.

“Kalau kita hadir mengikuti secara lengkap dan berinteraksi langsung, apa yang dirasakan audiens bisa sangat berbeda dengan yang terlihat di layar media sosial,” katanya, dikutip Kamis (30/7/2026).

Qodari juga menepis anggapan bahwa pidato Presiden masih bernuansa kampanye politik.

Menurutnya, setiap pemerintah memang harus terus melakukan sosialisasi terhadap program-programnya agar masyarakat mengetahui dan memanfaatkannya.

Ia mencontohkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang memerlukan partisipasi aktif masyarakat.

Karena itu, Bakom membuat iklan layanan masyarakat untuk mendorong warga mengikuti program tersebut.

“Yang namanya informasi atau kampanye dalam pengertian luas adalah menyampaikan program pemerintah agar bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Qodari mengungkapkan, berdasarkan pengamatannya di lapangan, masih banyak masyarakat yang mengetahui adanya program CKG tetapi enggan memanfaatkannya karena takut mengetahui penyakit yang diderita.

Baca juga: Muhammad Qodari, dari Pendiri Indobarometer ke Lingkaran Istana

Melalui iklan layanan masyarakat, pemerintah ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa pemeriksaan kesehatan bukan hanya penting bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan orang-orang yang bergantung kepada mereka.

“Kenapa kami membuat iklan seperti itu? Karena banyak orang tahu CKG tetapi tidak mau menggunakannya karena takut ketahuan penyakitnya,” katanya.

Lebih lanjut, Qodari menilai substansi pidato Presiden Prabowo selama ini konsisten membahas berbagai persoalan mendasar bangsa, mulai dari penguatan koperasi sebagai implementasi Pasal 33 UUD 1945, program Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan, kemandirian energi, hingga upaya menutup kebocoran anggaran negara.

Ia menyebut Presiden tidak hanya mengidentifikasi persoalan, tetapi juga menjelaskan solusi serta perkembangan implementasi program-program pemerintah kepada publik.

“Beliau sangat konsisten, mulai dari identifikasi masalah, merumuskan solusi, hingga sekarang mengimplementasikannya sebagai Presiden,” ujar Qodari.

Meski mengakui terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan beberapa program, seperti MBG, Qodari meminta masyarakat melihat keseluruhan kinerja pemerintah.

Menurutnya, masih banyak program strategis lain yang berjalan tanpa persoalan berarti, seperti Sekolah Rakyat, revitalisasi sekolah, pembangunan perumahan, hingga penertiban lahan sawit ilegal.

Ia bahkan menilai banyak persoalan besar justru diungkap langsung oleh Presiden Prabowo dalam berbagai pidatonya.

“Yang membongkar banyak masalah besar di Indonesia hari ini justru Presiden Prabowo. Beliau tidak hanya menyampaikan persoalannya, tetapi juga bertindak mencari solusinya,” tegasnya.

Di akhir pemaparannya, Qodari mengatakan Bakom akan terus mendorong seluruh kementerian dan lembaga agar lebih aktif menyampaikan capaian pemerintah kepada masyarakat.

Menurutnya, komunikasi publik yang baik menjadi bagian penting agar masyarakat memahami arah kebijakan pemerintah secara utuh dan tidak mudah terpengaruh oleh potongan-potongan informasi yang beredar di media sosial. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Pansus DPRD DKI Temukan Dugaan Manipulasi Omzet Parkir di Sejumlah RSUD

‎Jakarta - Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD...

Presiden Prabowo Subianto Resmi Lantik 18 Pejabat Baru Kabinet dan Lembaga Negara

Jakarta, OPSI.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara...

Azas Tigor Nainggolan Soroti Parkir Liar Jakarta: Potensi Retribusi Capai Rp8,04 Triliun per Tahun

Jakarta - Analis Kebijakan Transportasi sekaligus Ketua Koalisi Warga...

Pelajar 14 Tahun Bobol Konter HP di Cirebon, Wajah Ditutupi Celana

Cirebon – Seorang pelajar berusia 14 tahun diamankan Satuan...

Sidak RSD Gunung Jati Cirebon, DPRD Minta Kondisi Keuangan dan Utang Dibuka Transparan

Cirebon – Komisi III DPRD Kota Cirebon menyoroti sejumlah...

DPRD DKI Jakarta Minta DLH Optimalisasi Pengelolaan RDF secara Efektif dan Efisien

‎Jakarta - Komisi C DPRD DKI Jakarta menyoroti efektivitas...

Listyo Sigit Bakal Jadi KSP, Suyudi Ario Seto Gantikan Posisi Kapolri

Jakarta — Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan dirinya...

Berita Terbaru

Popular Categories