‎Pelajar Mappi Berbondong-bondong Kuliah di ITPLN Jelang Penutupan PMB

Jakarta – Sejumlah pelajar asal Kabupaten Mappi, Papua Selatan, berbondong-bondong melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Teknologi PLN (ITPLN). Mereka menjadi bagian dari Program Seribu Sarjana yang digagas Pemerintah Kabupaten Mappi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah tersebut.

‎Program Seribu Sarjana Kabupaten Mappi memasuki tahun kedua dan kembali mengirimkan para pelajar untuk menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi, termasuk ITPLN. Tahun ini, dari kuota sekitar 100 mahasiswa untuk ITPLN, sebanyak 57 pelajar telah terdata dan mengikuti proses keberangkatan, dengan kemungkinan jumlah tersebut bertambah.

‎Kepala Seksi Ketenagaan Guru dan Siswa Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi Nikodemus mengatakan program tersebut penting karena keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi salah satu persoalan di daerahnya.

‎”Di sana karena keterbatasan sumber daya manusia, jadi program ini sangat bagus sekali. Mudah-mudahan anak-anak bisa belajar dengan baik, bisa meraih cita-citanya dan bisa membangun kampungnya sendiri untuk masyarakat di sana,” ujar Nikodemus dalam keterangannya, pada Selasa, 4 Agustus 2026.

‎Diketahui, penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2026 ITPLN masih terbuka hingga 5 Agustus 2026. Pendaftaran dilakukan melalui laman infopmb.itpln.ac.id.

‎Tahun ini, kata Nikodemus, Pemerintah Kabupaten Mappi menyiapkan sekitar 360 peserta dalam Program Seribu Sarjana. Namun, khusus untuk ITPLN, kuota awal yang diberikan sekitar 100 mahasiswa. Hingga kini, baru 57 pelajar yang berhasil terdata dan diberangkatkan.

‎Jumlah tersebut masih mungkin bertambah menjadi sekitar 60 mahasiswa. Nikodemus mengatakan keterbatasan komunikasi menjadi salah satu kendala dalam proses pengumpulan peserta.

‎Sebagian pelajar, kata dia, sudah lebih dulu memilih melanjutkan pendidikan di Merauke. Pemerintah daerah juga mengalami kesulitan menghubungi sejumlah peserta karena sebagian besar pelajar di Mappi belum memiliki telepon seluler.

‎”Anak-anak kita di sana masih terbatas, kurang HP, jadi kita susah berkomunikasi,” ujarnya.

‎Kondisi geografis Mappi turut membuat proses pendataan dan mobilisasi peserta tidak mudah. Kabupaten tersebut memiliki 15 distrik, tetapi sekolah menengah atas tersebar di sejumlah distrik yang memiliki akses berbeda-beda.

‎Nikodemus menyebut beberapa daerah asal peserta antara lain Distrik Assue, Bamgi, Citak Mitak, Edera, Haju, Kaibar, Mambioman Bapai, Minyamur, Obaa dan lainnya. Sebagian peserta bahkan harus menempuh perjalanan menggunakan pesawat untuk mencapai pusat kabupaten atau daerah tujuan.

‎Untuk menuju Citak-Mitak maupun Bade, misalnya, biaya perjalanan menggunakan moda tertentu dapat mencapai sekitar Rp4 juta. Sementara perjalanan menuju wilayah yang lebih jauh dapat membutuhkan biaya hingga sekitar Rp7 juta.

‎Meski menghadapi tantangan geografis, Nikodemus menilai kualitas pendidikan di Mappi terus berkembang. Menurut dia, pemerintah daerah berharap para peserta Program Seribu Sarjana tidak sekadar memperoleh gelar akademik. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan kembali ke Mappi untuk ikut membangun daerah.

‎”Artinya mereka setelah lulus dan kuliah di sini, balik lagi ke daerah untuk membangun wilayahnya. Bisa balik ke sana kalau tidak ada panggilan, jika tidak dapatkan pekerjaan di sekitar sini (Jakarta atau wilayah lain),” katanya.

‎Nikodemus menjelaskan, seluruh kebutuhan dasar mahasiswa dalam program tersebut ditanggung Pemerintah Kabupaten Mappi. Fasilitas yang diberikan mencakup, uang kuliah, tempat tinggal, uang saku hingga laptop untuk menunjang kegiatan perkuliahan.

‎”Anak-anak tugasnya belajar saja,” tegas Nikodemus.

‎Nikodemus berharap para pelajar Mappi yang kini menempuh pendidikan di luar daerah dapat menjaga diri dan fokus menyelesaikan kuliah. Ia mengingatkan agar para mahasiswa tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun peserta program lainnya.

‎”Semoga dia belajar dan jangan bikin ulah di sini, karena kalau bikin ulah berarti yang dirugikan adik-adik ke depannya,” ujar Nikodemus.

‎Wakil Rektor III ITPLN Bidang Kemahasiswaan, Purnomo, ST.,MT., menyambut kedatangan puluhan pelajar asal Kabupaten Mappi tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah. Kehadiran mereka di ITPLN sekaligus menjadi kesempatan untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah dengan pendidikan berbasis teknologi dan energi.

‎”Alhamdulillah, anak-anak kita dari Kabupaten Mappi kemarin datang 22 orang ke Kampus ITPLN dengan selamat. Sisanya nanti akan datang bertahap karena keterbatasan penerbangan, akan datang hari ini 20 peserta dan tanggl 8,9,10 masing-masing kloter sekitar 20 peserta,” katanya.

‎Purnomo menekankan pentingnya lingkungan kampus dalam membantu mahasiswa dari daerah beradaptasi dengan kehidupan akademik. Para mahasiswa diharapkan tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun kompetensi dan karakter selama menempuh pendidikan di ITPLN.

‎Menurut Purnomo, kehadiran mahasiswa asal Mappi juga memperkuat komitmen ITPLN dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang teknologi dan ketenagalistrikan. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan mampu membawa pengetahuan tersebut untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah asal. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

IPW Kembali Adukan Oknum Kombes Pol ke Propam, Soroti Dugaan Pembelian Tanah Bermasalah

JAKARTA, Opsi.id  – Tim Bantuan Hukum Indonesia Police Watch...

Isu Pergantian Kapolri Mengemuka, Ini Deretan Jenderal Bintang Tiga yang Disebut Berpeluang

JAKARTA, Opsi.id  – Isu pergantian Kapolri kembali menjadi perhatian...

Polres Maros Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ojol di Tanralili

Maros, OPSI.ID - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros...

Cerdas Cermat Hari Anak Nasional di Toba, Pemkab Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing

TOBA, Opsi.id  – Lomba Cerdas Cermat tingkat SMP menjadi...

Yogie Nandes Bahas Cinta Pertama di Lagu Menualah Denganku

Jakarta - Setelah dikenal lewat lagu-lagu patah hati seperti...

The Lantis Rilis Single (Jangan Terlalu) Posessif, Tribute Groovy untuk Naif

Jakarta - Grup musik The Lantis memilih jalur berbeda...

Sudaryono Copot 137 Kepala SPPG, Tegaskan Zero Tolerance Keracunan dan Korupsi di Program MBG

JAKARTA, Opsi.id  – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono,...

Bahlil Dorong Pengusaha Daerah Kelola Tambang, UMKM dan Koperasi Diprioritaskan

JAKARTA, Opsi.id   – Menteri Energi dan Sumber Daya...

Berita Terbaru

Popular Categories