Jakarta – Memasuki fase kematangan institusional di tahun kelahirannya yang ke-34, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk kembali mempertegas posisi strategisnya sebagai pelopor edukasi maritim melalui unit rekreasi unggulannya, Sea World Ancol.
Mengusung tema besar “Menginspirasi dan Menghidupkan Laut”, perayaan hari jadi ini merefleksikan dedikasi panjang dalam mengemban misi konservasi, edukasi publik, serta rekreasi ramah keluarga di Indonesia.
Penyelenggaraan seremoni HUT ke-34 ini dilaksanakan dengan pendekatan yang sarat nilai kemanusiaan dan sosial.
Manajemen memilih untuk merayakan tonggak sejarah tersebut secara sederhana namun sarat makna, dengan mengundang ratusan anak yatim, kaum dhuafa, serta anak-anak penyandang disabilitas dari wilayah sekitar kawasan Ancol.
Kehadiran para tamu undangan khusus ini merepresentasikan visi inklusivitas korporasi, di mana ruang edukasi kelautan dipastikan terbuka secara setara bagi seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Acara perayaan diisi dengan sejumlah agenda seremonial yang memperkuat identitas bahari institusi.
Prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur diiringi oleh atraksi khas berupa pemotongan kue ulang tahun di dalam akuarium utama (underwater) oleh tim penyelam profesional.
Perayaan ini semakin meriah dengan pembentangan spanduk berukuran monumental serta kehadiran maskot resmi korporasi, Sharky, yang berinteraksi langsung dengan para pengunjung.
Guna memastikan esensi perayaan dapat dinikmati oleh masyarakat luas secara optimal, manajemen menetapkan bahwa rangkaian kemeriahan HUT ke-34 ini diperpanjang hingga akhir pekan, yakni pada tanggal 3 hingga 4 Oktober 2026, dengan menyajikan berbagai pementasan tematik khusus bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sejalan dengan tuntutan era transformasi digital dalam sektor pariwisata, perayaan tahun ini juga menandai peluncuran inovasi layanan publik terbaru bertajuk Audio Guide Pinalle.
Fitur mutakhir ini dikembangkan guna merevolusi cara pengunjung mengakses informasi edukatif mengenai keanekaragaman hayati air tanpa terikat pada metode konvensional yang kaku.
Melalui infrastruktur berbasis narasi audio yang diakses secara mandiri melalui gawai pribadi, pengunjung memperoleh panduan komprehensif mengenai profil biota laut sekaligus rekomendasi rute jelajah terbaik di seluruh area pameran.
Keunggulan utama dari Audio Guide Pinalle terletak pada kemudahan aksesibilitasnya yang tidak memerlukan pengunduhan aplikasi (app-free). Pengunjung cukup memindai kode QR (QR code) yang tersedia di berbagai titik strategis kawasan Sea World Ancol untuk mengaktifkan panduan suara tersebut.
“Kehadiran Audio Guide Pinalle menjadi bagian dari upaya Sea World Ancol dalam menghadirkan pengalaman rekreasi yang semakin relevan dengan perkembangan teknologi, sekaligus memberikan kenyamanan dan pengalaman yang lebih personal bagi pengunjung,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan oleh pihak manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Selain meningkatkan efisiensi dan mobilitas pengunjung, sistem ini dirancang secara khusus agar ramah anak serta memungkinkan penggunaan secara kolektif dalam lingkup keluarga, sehingga dapat mengeliminasi potensi penumpukan massa di depan papan informasi statis.
Menyongsong tahun-tahun mendatang, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk berkomitmen untuk terus mengintegrasikan pilar edukasi, seni, budaya, konservasi, dan hiburan secara sinergis.
Keberadaan Sea World Ancol diharapkan tidak sekadar berfungsi sebagai destinasi rekreasi komersial, melainkan sebagai pusat penyebaran kesadaran lingkungan yang efektif.
Melalui program-program inovatif yang terus diperbarui, manajemen optimis bahwa institusi ini akan terus menjadi garda terdepan dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap ekosistem perairan, demi terwujudnya pelestarian laut Indonesia yang berkelanjutan bagi generasi masa depan.

