Jakarta – Penyanyi muda Maysha Jhuan kembali mencuri perhatian publik dengan merilis single terbaru berjudul “Kamu Doang”. Lagu ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya karena untuk pertama kalinya ia menulis lagu dari nol, di bawah naungan My Music Records.
Menurut Maysha, proses ini mengubah total cara pandangnya terhadap sebuah karya musik.
Ditulis bersama tim Roommate Project (Raymond Aditya dan Aldi Fachrobby), “Kamu Doang” menghadirkan cerita patah hati dan penyangkalan cinta dengan balutan musik Japanese city pop yang groovy, upbeat, dan easy listening.
Nuansa ceria ini justru kontras dengan lirik yang penuh pergulatan batin, membuat lagu mudah melekat di telinga sejak pertama kali didengarkan.
Maysha menjelaskan bahwa “Kamu Doang” menggambarkan sosok perempuan yang sudah lelah berharap pada cinta karena pengalaman masa lalu, hingga akhirnya bertemu seseorang yang perlahan membuktikan bahwa cinta itu nyata. Namun, sang perempuan masih berada dalam mode denial.
“Cewek ini masih denial. Dia overwhelmed sama semua keadaan yang ada, bingung apakah perasaan ini beneran ada atau enggak, karena dia sudah bertekad tidak mau jatuh cinta lagi. Tapi orang ini terus-menerus bikin dia makin yakin, wait, dia agak beda,” ujar Maysha Jhuan.
Sebagai seorang Taurus, Maysha mengaku ide lagu ini sangat personal, terinspirasi dari sifat keras kepala dan gengsi tinggi yang menurutnya begitu relate dengan zodiaknya.
“Semua situasinya sebenarnya udah mendukung aku buat jatuh cinta. Tapi cuma gara-gara gengsi yang sudah setinggi langit, setembok-tembok China, aku jadi takut dan nggak mau mengakuinya,” tambahnya.
Proses penulisan dimulai dari pencarian kata pembuka reff yang tepat. Setelah diskusi panjang bersama Roommate Project, kata “diam-diam” dipilih sebagai fondasi cerita karena berhasil menangkap esensi karakter yang enggan terang-terangan mengakui jatuh cintanya.
Keseluruhan proses lirik memakan waktu sekitar satu setengah jam, dari total tiga jam penciptaan lagu. Tantangan terbesar, menurut Maysha, bukan merangkai kata, melainkan menemukan konteks cerita yang paling pas dari berbagai pengalaman cinta yang ingin ia angkat.
Dari sisi musikalitas, pemilihan nuansa Japanese city pop bukan tanpa alasan. Genre ini adalah yang paling sering ia dengarkan dalam beberapa bulan terakhir, sekaligus menjadi comeback setelah sekian lama absen merilis lagu bertempo upbeat.
“Aku sudah lama banget nggak ngerilis lagu upbeat. Begitu instrumental city pop digabungkan dengan semua elemen musiknya, langsung nge-blend banget, langsung berasa ini lagunya,” jelasnya.
Proses vokal juga menjadi pengalaman baru bagi Maysha, khususnya saat harus mengisi harmoni dan suara latar di bawah arahan langsung Mohammed Kamga. Ia mengingat pesan Kamga yang menekankan keaslian di atas kesempurnaan.
“Kak Kamga bilang, di lagu ini aku nggak perlu nyanyi bagus, aku cuma boleh nyanyi jujur. Simple. Waktu aku nyanyi terlalu lebay, langsung ditegur karena harus lebih sederhana, tapi tetap enak didengar,” ungkap Maysha.
Cerita “Kamu Doang” turut dihidupkan lewat music video yang digarap oleh Gaby & David dari rumah produksi YOUKNOWWHOFILM. Video tersebut menggambarkan pergolakan hati Maysha antara suka atau tidak, antara percaya atau denial.
Divisualisasikan lewat sosok lelaki yang terus berusaha mendekatinya, hingga perlahan membuat Maysha penasaran dan luluh dari rasa waspadanya, sampai akhirnya berani menerima bahwa cinta yang selama ini ia sangkal ternyata nyata.
Maysha berharap “Kamu Doang” bisa diterima luas oleh pendengar, khususnya mereka yang pernah berada di posisi serupa: sulit mengakui perasaan karena trauma atau gengsi. Jika responnya positif, ia berencana membawakan lagu ini secara live, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di panggung internasional.
Single “Kamu Doang” sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube My Music Records sejak 31 Juli 2026. []

