Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui anggaran pembangunan lanjutan LRT Jakarta Fase 1C dari Stasiun Manggarai menuju Dukuh Atas membengkak menjadi Rp2,7 triliun.
Menurut dia, nilai tersebut meningkat Rp600 miliar dari estimasi sebelumnya sebesar Rp2,1 triliun karena adanya tambahan kebutuhan investasi untuk pengadaan trainset.
Pramono menjelaskan, kebutuhan anggaran tersebut mencakup pembangunan jalur sekaligus pengadaan rangkaian kereta. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkirakan kebutuhan trainset mencapai sekitar 16 kereta.
“Ada perubahan angka, dulu kami mengumumkan Rp2,1 triliun ternyata harus ada investasi untuk trainset-nya yang jumlahnya kurang lebih 16 kereta, sehingga totalnya menjadi Rp2,7 triliun,” ujar Pramono Anung saat konferensi pers di Stasiun LRT Manggarai, pada Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut dia, anggaran Rp2,7 triliun dari proyek milik PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tersebut telah diajukan kepada DPRD DKI Jakarta melalui skema obligasi daerah dengan target Rp5,6 triliun untuk tahun 2027 mendatang.
Selain untuk pengembangan LRT Jakarta dari Manggarai hingga Dukuh Atas, penerbitan obligasi daerah juga akan digunakan untuk sektor kesehatan, khususnya dalam pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras.
“Dari angka Rp5,2 triliun hingga Rp5,6 triliun yang kita ajukan itu terdiri Rp2,7 triliun untuk LRT Jakarta, sisanya untuk kesehatan yaitu untuk Sumber Waras,” katanya.
Progres LRT Jakarta 1B Velodrome-Manggarai Capai 100 Persen, Siap Dioperasikan
Pramono menerangkan, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B dari Stasiun Velodrome hingga Stasiun Manggarai saat ini telah memasuki tahap akhir. Berdasarkan hasil pengecekan hari ini, pembangunan fisik maupun rel dan jalur layang telah rampung 100 persen.
“Tahapan terakhir adalah pengujian yang dilakukan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” ujar Pramono.
Ia menyebut proses pengujian oleh pemerintah pusat dilakukan berulang kali guna memastikan seluruh aspek keselamatan dan kesiapan operasional telah terpenuhi sebelum LRT Jakarta diresmikan dan dapat beroperasional pada Rabu, 26 Agustus 2026 mendatang.
Pramono memastikan pembangunan jalur hingga Manggarai sudah siap untuk diresmikan. Pemprov DKI mengusulkan peresmian LRT Jakarta dilakukan Rabu pekan ini, dengan waktu pelaksanaan menyesuaikan agenda Presiden Prabowo Subianto.
Setelah LRT Jakarta dari Stasiun Kelapa Gading mencapai Stasiun Manggarai sepanjang 12,2 kilometer, maka Pemprov DKI akan melanjutkan pembangunan menuju Dukuh Atas.
Proyek tersebut menjadi salah satu tujuan penggunaan obligasi daerah yang saat ini masih dalam proses mendapatkan persetujuan pemerintah pusat.
Pramono mengungkapkan, Pemprov DKI telah berkoordinasi dan mengirimkan surat kepada pemerintah pusat. Secara prinsip, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian disebut telah memberikan sinyal positif terhadap rencana tersebut.
Pramono optimistis izin penerbitan obligasi daerah dapat segera diperoleh. Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) itu menegaskan proses pengajuan dilakukan secara transparan dan terbuka.
“Ini perlu dua kementerian lagi ya? Bappenas, Kemendagri, Kemenkeu, kami sedang mengupayakan sekarang ini dalam tahap pembicaraan dengan eselon 1 yang ada di kementerian terkait,” kata Pramono Anung. []


