Cimahi – Peran perempuan dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga terus menunjukkan hasil nyata. Di Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, para ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri berhasil mengembangkan berbagai kegiatan pertanian yang sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga.
Kiprah KWT Mandiri tersebut mendapat apresiasi dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat. Apresiasi disampaikan saat kunjungan kerja TP PKK Jawa Barat ke KWT Mandiri pada Jumat (28/8/2026).
TP PKK Provinsi Jawa Barat Samantha Dewi Erwan menilai aktivitas yang dilakukan para anggota KWT Mandiri menjadi gambaran nyata bagaimana semangat gotong royong dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian keluarga.
“KWT Mandiri Kelurahan Cigugur Tengah adalah salah satu contoh nyata dari semangat itu. Saya menyambut dengan penuh suka cita, sekaligus menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada ibu-ibu pengurus,” kata Samantha saat memberikan sambutan.
Menurut Samantha, konsistensi para pengurus dan anggota dalam menjalankan berbagai kegiatan menjadi salah satu kekuatan utama KWT Mandiri. Aktivitas tersebut dinilai sejalan dengan program pemberdayaan keluarga, terutama dalam membangun kemandirian pangan dari lingkungan terkecil.
“Kami percaya kelompok seperti KWT Mandiri inilah yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan keluarga di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Dalam kunjungannya, Samantha tidak hanya melihat secara langsung perkembangan kegiatan pertanian yang dijalankan KWT Mandiri. Ia juga berdialog dengan para anggota untuk mengetahui berbagai persoalan dan kebutuhan yang masih dihadapi dalam menjalankan kegiatan kelompok.
Menurutnya, masukan dari anggota KWT diperlukan agar TP PKK bersama pemerintah dan pihak terkait dapat menyusun dukungan yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Dengan demikian, TP PKK bersama pihak terkait dapat berdiskusi mencari solusi dan memberikan dukungan yang dibutuhkan agar KWT Mandiri dapat terus berkembang,” kata Samantha.
Beragam aktivitas dijalankan KWT Mandiri. Mulai dari budidaya tanaman pangan dan hortikultura hingga peternakan dan perikanan. Dalam kunjungan tersebut, Samantha meninjau langsung area budidaya sayuran, kolam ikan lele hingga pemeliharaan ayam petelur.
Jenis tanaman yang dikembangkan cukup beragam dan disesuaikan dengan kondisi musim. Di antaranya kangkung, terong, kol, pakcoy, bunga telang dan cabai.
Hasil budidaya tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Para anggota KWT Mandiri juga mengolah hasil pertanian dan perikanan menjadi produk bernilai ekonomi.
Sedikitnya 14 produk olahan telah dikembangkan dan dipasarkan. Produk tersebut antara lain mie pakcoy, peyek bayam, peyek kenikir, bolu terong, stik kucai, lele marinasi frozen, rolade lele, teh celup daun kelor, minuman bunga telang, wedang jahe, gado-gado, bakwan dan kacang polong.
Aktivitas KWT Mandiri juga telah membawa kelompok tersebut meraih sejumlah pencapaian. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam Program Kampung Iklim (Proklim) hingga berhasil memperoleh predikat Proklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup.
KWT Mandiri juga dipercaya menjadi salah satu mitra Polres Cimahi dalam mendukung program ketahanan pangan masyarakat.
Tak berhenti pada sektor pangan dan ekonomi, kegiatan kelompok turut diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga. Dalam kegiatan posyandu, KWT Mandiri ikut menyalurkan telur serta paket sayuran sebagai bagian dari upaya membantu pencegahan stunting.
Samantha berharap capaian yang telah diraih KWT Mandiri tidak membuat para anggotanya berhenti berinovasi. Ia mendorong kelompok tersebut terus meningkatkan kemampuan sekaligus memperluas manfaat kegiatan bagi masyarakat.
“Kepada ibu-ibu KWT Mandiri, teruslah bersemangat, terus berkarya dan jangan berhenti untuk belajar dan berinovasi. Jadikan kunjungan kami ini motivasi untuk semakin maju,” katanya.
Di tingkat Kelurahan Cigugur Tengah, pembinaan terhadap kelompok wanita tani dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Forum tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi perkembangan kegiatan KWT sekaligus menjadi ruang bagi kelompok-kelompok tani perempuan untuk saling bertukar pengalaman.
Materi pembinaan turut diberikan oleh pihak kelurahan bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Cimahi. Pembekalan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas anggota dalam mengembangkan sektor pertanian, pengelolaan pangan serta kegiatan yang dapat memperkuat perekonomian keluarga.

