Makassar, OPSI.ID – Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassariy akan menggelar Haul ke-20 KHS Syekh Sayyid Jamaluddin Assegaf Puang Ramma di Jalan Baji Bicara, Kota Makassar, Minggu (6/9).
Mursyid Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al Makassariy, Syekh A Rahim Assegaf Puang Makka mengaku bersyukur pelaksanaan Haul KHS Syekh Sayyid Jamaluddin Assegaf Puang Ramma berdekatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Meski demikian, Puang Makka mengaku untuk pelaksanaan Maulid sudah dilakukan.
“Haul itu kan mengenang sebetulnya. Biasa dikatakan Haul, padahal itu mengenang hari wafatnya,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (4/9).
Puang Makka menjelaskan Haul bukan sesuatu untuk dilarang. Apalagi, dalam Alquran tercantum bagaimana manusia mengenang sejarah.
“Alquran juga selalu menjelaskan bagaimana supaya kita mengenang hari bersejarah. Jadi Haul itu mengenang hari wafatnya seseorang,” tegasnya.
Puang Makka menambahkan Khalwatiyah Syekh Yusuf Al Makassariy akan terus memperjuangkan dan melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh para ulama. Puang Makka menegaskan kepentingan ummat adalah yang paling utama.
“Kami mengupayakan apa yang kami bisa lakukan untuk ummat. Bagimana membuktikan bahwa ummat itu butuh kepedulian yang tidak hanya lewat lisan, tetapi tindakan,” tegasnya.
“Kalau mereka sakit, ayo kita bantu. Kalau mereka susah sekolah, ayo kita bantu. Kalau mereka lapar, ayo kita bantu. Tidak usah banyak ceramah,” imbuhnya.
Ketua Panitia Haul, Capt. Suparman, mengatakan haul tahun ini bukan sekadar agenda rutin. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan dakwah Puang Ramma.
“Haul yang ke-20 ini bukan hanya rutinitas tahunan semata. Ini momentum untuk mengenang perjuangan, dakwah, dan cara beliau membimbing umat,” ujar Suparman.
Haul tahun ini dinilai lebih istimewa karena bertepatan dengan bulan Maulid. Lokasi puncak haul juga berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, haul digelar di gedung. Tahun ini, kegiatan dipusatkan di Jalan Baji Bicara.
Selain puncak haul, panitia juga menyiapkan Ziarah Kubro. Kegiatan ini berlangsung di kompleks pemakaman Tambua, Maros. Ziarah Kubro digelar selama tiga hari. Pelaksanaannya berlangsung pada 6 hingga 8 September 2026.
Suparman mengimbau jemaah mengikuti arahan petugas selama kegiatan. Ia juga meminta jemaah menjaga ketertiban dan kebersihan.[]

