Jakarta – Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menilai sektor transportasi di ibu kota, untuk saat ini masih perlu suntikan dana dari APBD DKI Jakarta.
Sebab, apabila tidak disubsidi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui APBD, maka tarif Transjakarta, LRT Jakarta, MRT Jakarta hingga Jaklingko akan melambung dan memberatkan masyarakat.
”Saya rasa masih belum bisa (tanpa subsidi). Fair-fair saja, karena memang kan semua juga transportasi yang ada di wilayah DKI baik MRT, LRT, Transjakarta malah disubsidi. Kalau dia tidak disubsidi harganya pasti melambung,” kata Nova Harivan Paloh saat diwawancarai di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Ia menilai, dengan adanya suntikan dana subsidi dari APBD DKI, maka transportasi massal tidak mengalami gangguan operasional.
”Karena artinya operasional juga pun misalnya terganggu juga. Nah ini kan kayak Transjakarta kan hampir Rp4 triliun disubsidi,” ujar Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP NasDem itu.
Mengenai penundaan operasional LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai yang semula ditargetkan pada 26 Agustus 2026, Nova meminta agar waktu peresmian moda transportasi massal modern itu tidak molor dari waktu yang telah diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
”Tetapi yang memang kita hendaki juga bahwa sesuai dengan perencanaan dan sesuai dengan budget anggarannya harus di tahun ini. Tidak bisa di tahun depan,” ujarnya.
Sebab, kata Nova, mulai tahun 2027, pembangunan LRT Jakarta Fase 1C difokuskan tembus hingga Dukuh Atas.
Menurut dia, hal ini sudah disepakati di dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI terkait pembangunan LRT Jakarta menggunakan obligasi daerah.
”Karena tahun depan ini kita sudah memulai yang sampai ke Dukuh Atas. Ada yang 1C. Dukuh Atas kemarin itu kan kalau misalnya di banggar pendanaan kan melalui obligasi seperti itu. Jadi kalau bisa semuanya sudah lancar,” ujarnya.
Nova Harivan Paloh di sisi bersamaan juga meminta penyelesaian jalur pedestrian hingga pembersihan sepanjang jalan pascapembangunan LRT Jakarta, khususnya di area Stasiun Manggarai, dapat dilakukan secara paralel.
”Tapi terkait dengan hal-hal yang lain itu kan memang secara paralel saja nanti pada pembersihannya,” ucapnya.
Sebagai informasi, LRT Jakarta Velodrome-Manggarai semula direncanakan bakal diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Agustus 2026. Namun, saat itu RI-1 terbang ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau korban gempa dan kerusakan infrastruktur di sana. []

