Jakarta – Synchronize Fest kembali hadir pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraan, festival musik lintas generasi ini mengusung kembali semangat awal dengan tema “It’s Not Just a Festival, It’s a Movement”.
Tema tersebut bukan sekadar nostalgia, melainkan refleksi atas perjalanan satu dekade yang menegaskan pentingnya keberanian untuk melihat musik dari awal lagi, dengan rasa ingin tahu yang sama, semangat menemukan hal baru, dan membuka ruang bagi suara-suara yang belum pernah terdengar.
Pengumuman lineup penuh tahun ini menjadi bukti nyata bahwa Synchronize Fest tetap konsisten menghadirkan pertunjukan istimewa yang jarang ditemui di festival lain.
Beberapa penampilan spesial yang akan menjadi sorotan antara lain: Konser Musikal Senja Teduh Pelita (Maliq & D’Essentials X Jakarta Movin), Perunggu dengan album Dalam Dinamika, Project Pop: 30 Tahun, hingga pertunjukan The Best Of 80’s Indonesian Pop Kreatif yang melibatkan Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia dengan musik oleh Nikita Dompas.
Di sisi reuni, Synchronize Fest kembali menjadi rumah bagi musisi lama untuk berkumpul. Grup musik asal Pekanbaru, Geisha, akan tampil dengan formasi lengkap dalam pertunjukan bertajuk “A Retrospective Journey” bersama Momo, Roby, Aan, Dhan, Nard, dan Regina.
Grup band asal Medan, Pijar, juga akan kembali tampil dengan formasi J. Alfredo, Ican Pane, dan Aul Daytona.
Tak kalah menarik, reuni girl group era 2000-an akan hadir lewat pertunjukan Indonesian Girl Group yang melibatkan Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, 7icons, bersama Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, dan Sivia dengan musik oleh Jebung. Veteran indie Jakarta, C’mon Lennon, pun siap kembali menyapa penggemar.
Lebih jauh, Synchronize Fest 2026 juga menegaskan pentingnya gerakan kolektif dalam pertumbuhan musik Indonesia. Kolektif reggae akan tampil dalam pertunjukan Reggae Gang dengan Day Afternoon, Dhyo Haw, Momonon, Sejedewe, Uncle Djink & Fahmi Aziz, serta Varid Putra Mbah Surip.
Generasi hip-hop masa kini hadir lewat ANTINRML, sementara pentolan emo era 2000-an akan mengguncang panggung dengan Emo Revival bersama Alone At Last, Friends Of Mine, Killed By Butterfly, Killing Me Inside Re:Union, Side-B, dan The Side Project. Dari timur Indonesia, kolektif Timur Basudara menghadirkan Anadok, Bringin Home, Dj Desa, Ecko Show, Fahmy Fay, Faris Adam, Jacson Zeran, Silet Open Up, Toton Caribo, dan Vendetta Rap.
Selain itu, nama-nama populer yang selalu menjadi magnet festival juga siap tampil, mulai dari Afgan, Efek Rumah Kaca, For Revenge, Monkey To Millionaire, Potret, Rumahsakit, Sal Priadi, The Changcuters, The Jansen, The Panturas, The Upstairs, Ayu Ting Ting, Bernadya, Hindia, .Feast, Rizky Febian & Mahalini, Souljah, Wali, Duo Maia, Endank Soekamti, The Adams, J-Rocks, Nadhif Basalamah, hingga Vierratale.
Dengan lineup yang begitu beragam, Synchronize Fest 2026 bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang refleksi, reuni, dan gerakan kolektif yang memperkuat ekosistem musik Indonesia.
Pada Oktober mendatang, Gambir Expo Kemayoran akan kembali menjadi saksi bagaimana musik menyatukan generasi, genre, dan komunitas dalam satu panggung besar. []


