Bareskrim Bongkar Bisnis Live Streaming Pornografi, Enam Orang Diciduk

JAKARTA, Opsi.id  – Ruang digital kembali menjadi sasaran penyalahgunaan.

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar praktik live streaming bermuatan pornografi yang memanfaatkan TikTok dan aplikasi Tevi untuk meraup keuntungan dari penonton.

Pengungkapan tersebut dilakukan terhadap dua perkara berbeda selama Juni 2026.

Total enam orang ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan dalam operasi yang dilakukan polisi di sejumlah wilayah.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Adex Yudiswan mengungkapkan, para pelaku menggunakan pola yang hampir serupa.

Mereka memanfaatkan fitur siaran langsung di media sosial untuk mengumpulkan penonton dan interaksi, sebelum mengarahkan mereka ke platform lain untuk mendapatkan tayangan yang lebih vulgar.

“Dalam menjalankan aksinya, RA berperan sebagai talent, sedangkan RY bertindak sebagai host,” ungkapnya, dilansir dari laman Humas Polri, Kamis (10/9/2026)

Berawal dari Live di TikTok

Dalam perkara pertama, polisi menangkap tiga tersangka berinisial RA (20), RY (26), dan MK (21) di wilayah Bandung hingga Cianjur.

RA berperan sebagai talent, sedangkan RY menjadi host yang mengendalikan jalannya siaran.

Mereka memanfaatkan fitur Pertarungan Koin (PK) untuk meningkatkan jumlah penonton sekaligus memancing interaksi.

Dalam skema tersebut, RA sengaja dibuat kalah dalam fitur PK sehingga melakukan aksi membuka dan menutup pakaian.

Penonton kemudian diarahkan untuk memberikan tap-tap layar hingga mencapai target tertentu.

Setelah penonton terkumpul, RY mengarahkan mereka menuju aplikasi Tevi. Di sana, penonton ditawarkan siaran lanjutan dengan konten yang lebih vulgar.

Untuk mengakses tayangan tersebut, penonton diwajibkan memiliki deposit dan membeli Star atau Bintang dengan nilai sekitar Rp5.000.

Tak hanya dari pembelian akses, para pelaku juga menerima transfer langsung melalui DANA dengan nominal sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 setiap transaksi.

Dari aktivitas tersebut, para pelaku menargetkan pemasukan sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu dari penonton.

Tiga Tersangka Lain Dibekuk

Kasus serupa juga dibongkar Bareskrim Polri di wilayah Lampung, Yogyakarta, dan Jawa Barat.

Dalam perkara kedua, polisi mengamankan tiga tersangka berinisial PA (31), DI (36), dan SS (25).

Modus yang digunakan kembali mengandalkan aksi talent dalam siaran langsung untuk menarik perhatian penonton.

Host kemudian mengarahkan penonton memberikan donasi, sawer, atau gift dengan target sekitar Rp250 ribu hingga Rp400 ribu.

Setelah target tercapai, talent diarahkan berpindah ke aplikasi Tevi untuk melanjutkan siaran.

Menurut polisi, platform tersebut dimanfaatkan karena para pelaku menilai aktivitas mereka dapat berlangsung tanpa terkena pemblokiran seperti di platform sebelumnya.

Terancam Jerat Pidana

Bareskrim Polri menyebut keenam tersangka diduga melakukan tindak pidana terkait pembuatan, penyebarluasan, penyiaran, penawaran, atau penyediaan pornografi serta penyertaan tindak pidana.

Mereka dijerat dengan Pasal 407 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Pasal 20 huruf C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Polisi menegaskan pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya memberantas penyalahgunaan ruang digital, terutama praktik penyebarluasan konten pornografi yang dijadikan ladang keuntungan.

Kasus ini sekaligus menunjukkan bagaimana fitur live streaming, gift, donasi, dan sistem pembayaran digital dapat disalahgunakan menjadi bagian dari skema bisnis ilegal di dunia maya. []

Baca juga: Video Mesum 19 Detik Biduan Sambas Viral di Medsos

Baca juga: Bareskrim Bongkar Judi Online Internasional di Jakbar

Baca juga: Dari Telegram ke Kripto: Sindikat Phishing Rp25 Miliar Dibongkar Bareskrim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Gubernur Pramono Targetkan Jakarta Bebas Kabel Semrawut Dalam Lima Tahun ke Depan

‎Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan...

Synchronize Fest 2026 Umumkan Line Up Final Penuh Kejutan

Jakarta - Synchronize Fest kembali hadir pada 16, 17,...

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Ditembak, Satu Perempuan Tewas di Rumah Sakit

JAYAWIJAYA, Opsi.id  – Aksi penembakan brutal kembali terjadi di...

Masinton Pasaribu Balik Serang Wacana Pemakzulan, Sebut Ada Skenario Politik Pasca Pilkada

Tapanuli Tengah — Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara,...

Tensi Politik Tapteng Memanas, Lima Parpol Buka Wacana Pemakzulan Masinton Pasaribu

Tapanuli Tengah — Konstelasi politik di Kabupaten Tapanuli Tengah...

MUI DKI Dorong Gerakan Wakaf dan Sedekah Pohon untuk Penghijauan Jakarta

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta...

Sound Horeg: Bukan Sekadar Persoalan Boleh atau Tidak

Oleh*: Dr. KH. Maman Imanulhaq, Anggota DPR RI Fatwa Majelis...

Berita Terbaru

Popular Categories