Samarinda, OPSI.ID – Kecelakaan KM Virgo Transport 8 menjadi salah satu kejadian kecelakaan kapal dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak dalam lima tahun terakhir.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 juga melibatkan pengerahan potensi SAR dalam jumlah besar.
Putu menyebut berdasarkan catatannya, operasi tersebut menjadi yang terbesar dari sisi jumlah personel SAR yang dikerahkan hingga korban meninggal di dunia.
“Berdasarkan catatan kami ini yang terbesar dengan pengerahan potensi SAR terbanyak dan korban meninggal juga paling banyak,” ujar Putu di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Selasa (6/10/2026), dikutip dari Antara.
KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026. Saat kejadian, kapal tersebut tengah dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Dalam proses pencarian dan pertolongan yang telah berlangsung selama 24 hari, lebih dari 1.200 personel SAR gabungan telah dilibatkan.
Selain personel, operasi tersebut juga didukung 63 penjelajahan yang memiliki kemampuan khusus. Tim SAR juga mengoperasikan tujuh pesawat dan helikopter serta 24 kapal untuk menunjang pencarian korban.
Putu mengatakan wilayah pencarian terus setara mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Wilayah operasinya meliputi sejumlah wilayah perairan di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat, termasuk kawasan Laut Jawa.
“Area pencarian juga terus berkembang seiring dinamika perkembangan di lapangan meliputi wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat termasuk Laut Jawa sendiri,” katanya.
Hingga hari ke-24 operasi SAR, sebanyak 190 orang dari total 243 penumpang dan awak KM Virgo Transport 8 telah ditemukan.
Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 82 lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Adapun 53 orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
Putu menegaskan tim SAR akan terus berupaya menemukan korban yang belum ditemukan. Namun, proses pencarian tetap mempertimbangkan kondisi di lapangan serta aspek keselamatan para personel yang terlibat.
“Komitmen kami bisa terus menemukan sisa korban sebagaimana harapan keluarga, namun melihat tentunya dinamika di lapangan termasuk faktor keselamatan personel yang diutamakan,” ujar Putu. []


