Maman Imanulhaq Soroti Minimnya Anggaran Mitigasi Bencana di Indonesia

JAKARTA — Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. KH. Maman Imanulhaq menyoroti minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia.

Menurutnya, upaya penanggulangan bencana perlu lebih menitikberatkan pada pencegahan dan pengurangan risiko, bukan hanya penanganan setelah bencana terjadi.

Indonesia menghadapi ancaman multibencana, mulai dari banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga gempa bumi, tsunami, serta erupsi gunung api. Tingginya risiko tersebut menuntut penguatan kebijakan mitigasi yang didukung anggaran memadai dan berkelanjutan.

Dalam data yang menjadi sorotan, sekitar 53.000 desa berada di wilayah rawan bencana, sedangkan 271 juta penduduk disebut terpapar berbagai ancaman bencana.

Situasi ini menunjukkan pentingnya menempatkan mitigasi sebagai prioritas dalam kebijakan pembangunan nasional.

Sementara itu, anggaran pencegahan dan mitigasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam lima tahun terakhir disebut hanya berkisar Rp17 miliar hingga Rp19 miliar per tahun.

Besaran tersebut dinilai perlu dicermati mengingat luas wilayah Indonesia dan kompleksitas ancaman bencana yang dihadapi.

Pada 2026, pagu anggaran BNPB disebut sekitar Rp491 miliar, sedangkan dana siap pakai untuk penanganan bencana mencapai sekitar Rp5 triliun.

Di sisi lain, kebutuhan penanggulangan bencana nasional diperkirakan mencapai Rp22,8 triliun per tahun.

Jika dibandingkan dengan kebutuhan tersebut, terdapat kesenjangan pembiayaan sekitar Rp17,8 triliun terhadap dana siap pakai sebesar Rp5 triliun.

Meski memiliki cakupan berbeda, angka-angka tersebut menggambarkan tantangan pembiayaan yang perlu diperhatikan dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana nasional.

Maman menilai, kebijakan kebencanaan perlu diarahkan agar tidak hanya berfokus pada respons darurat dan pemulihan pascabencana.

Pemerintah juga perlu memperkuat investasi untuk pencegahan, edukasi masyarakat, pembangunan sistem peringatan dini, penguatan desa tangguh bencana, serta pengendalian lingkungan.

Penguatan mitigasi membutuhkan dukungan anggaran yang memadai melalui APBN dan APBD. Selain itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu ditingkatkan agar program pencegahan berjalan terintegrasi dan sesuai dengan tingkat risiko di setiap wilayah.

Sistem pembiayaan risiko bencana yang berkelanjutan juga diperlukan untuk mengurangi beban fiskal ketika bencana terjadi. Dengan perencanaan yang lebih baik, pemerintah dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus menekan potensi korban jiwa, kerusakan lingkungan, dan kerugian ekonomi.

Mitigasi bencana bukan sekadar pengeluaran negara, melainkan investasi jangka panjang untuk melindungi masyarakat. Karena itu, keseimbangan antara anggaran pencegahan, tanggap darurat, dan pemulihan perlu menjadi perhatian dalam kebijakan penanggulangan bencana nasional.

Indonesia perlu membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih mengutamakan pencegahan. Dengan demikian, kesiapan menghadapi bencana tidak hanya diukur dari kemampuan pemerintah menyediakan bantuan setelah bencana terjadi, tetapi juga dari keberhasilan mengurangi risiko sebelum bencana datang.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Tingkatkan Mutu Pendidikan, 300 Guru di Sidrap Ikuti Pelatihan STEM

Sidrap, OPSI.ID - Yayasan Pendidikan Adiluhung (YPAN) menggelar pelatihan...

16 Pemimpin Geng Motor dan Pelaku Tawuran Akan Dikirim ke SPN Batua Jalani Pembinaan

Makassar, OPSI.ID - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur...

Maman Imanulhaq: Mahasiswa Al-Azhar Harus Mendunia Tanpa Kehilangan Akar Kebangsaan

CIREBON — Sebanyak 1.500 calon mahasiswa Universitas Al-Azhar, Kairo,...

Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 231 Anak Sekolah Ikut Terdampak

Cirebon – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon mencatat sebanyak...

Blak-blakan ke Rektor ITPLN, AESI Optimistis PLTS 40 GWp Tercapai dalam Dua Tahun

Jakarta — Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) optimistis pengembangan...

Ayu Ting Ting Goyang Bareng Shabrina Leanor, Bilqis dan Ayah Ojak di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Panggung festival musik lintas genre Synchronize Fest...

Hadir di Synchronize Fest 2026, Kangen Band Hadirkan Nuansa Nostalgia dan Haru

Jakarta - Festival musik tahunan Synchronize Fest 2026 kembali...

Direktur PLN IP Ungkap Rahasia Sukses Berkompetisi di Industri Energi

Jakarta - PLN Indonesia Power (PLN IP) mengungkap potensi...

Berita Terbaru

Popular Categories