Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) membukukan pendapatan sebesar Rp8,48 triliun sepanjang Januari-September atau kuartal III 2026. Capaian tersebut tumbuh 7,64% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy), seiring peningkatan volume penjualan dan penguatan strategi bisnis perusahaan di tengah ketatnya persaingan industri semen.
Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan penguatan fundamental perusahaan.
Menurutnya, efisiensi operasional, optimalisasi pasar domestik dan ekspor, serta disiplin pengelolaan keuangan menjadi strategi penting untuk menjaga profitabilitas dan ketahanan usaha dalam jangka panjang.
”Sepanjang kuartal III 2026, perusahaan mencatatkan peningkatan laba kotor sebesar 7,16% menjadi Rp1,88 triliun. Sementara itu, laba bersih tercatat mencapai Rp476,69 miliar,” kata Rizki Kresno Edhie Hambali dalam keterangannya pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan pasar, pengendalian biaya operasional, serta penurunan beban bunga seiring pembayaran pinjaman perusahaan.
Capaian tersebut diraih di tengah tantangan industri semen nasional yang masih menghadapi kelebihan kapasitas produksi atau overcapacity, serta tekanan biaya energi dan logistik.
Meski demikian, momentum pertumbuhan pasar domestik memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperkuat kinerja penjualan.
Sebagai informasi, data industri menunjukkan penjualan semen domestik sepanjang Januari-September 2026 mencapai 49,45 juta ton, tumbuh 8,3% secara tahunan.
”Solusi Bangun Indonesia mencatatkan kenaikan volume penjualan semen dan terak, termasuk ekspor, sebesar 3,16% menjadi 9,17 juta ton,” ucapnya.
Rizki menekankan, SMCB tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume penjualan, tetapi juga memastikan pertumbuhan bisnis dapat memberikan kontribusi terhadap profitabilitas perusahaan.
“Bagi kami, pertumbuhan tidak hanya diukur dari peningkatan volume penjualan, tetapi juga dari kemampuan menjaga profitabilitas melalui operational excellence, efisiensi biaya, disiplin pengelolaan keuangan, serta memperkuat daya saing dengan mengoptimalkan peluang pasar domestik dan mengembangkan pasar ekspor untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Strategi Bisnis SMCB
Untuk memperkuat pasar domestik, perusahaan kembali menghadirkan produk Semen Kujang di Jawa Barat, sekaligus memperkuat kemitraan dengan distributor dan pemilik toko.
Solusi Bangun Indonesia juga memasok material konstruksi untuk sejumlah proyek infrastruktur strategis, termasuk pembangunan dermaga dan jalan tol yang mendukung konektivitas serta kelancaran logistik nasional.
Selain itu, kata Rizki, perusahaan turut memasok material untuk proyek pemerintah, seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah seperti Bangka Belitung, Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Sementara di pasar internasional, Solusi Bangun Indonesia mulai merealisasikan ekspor semen pada Juni 2026 setelah menyelesaikan pembangunan dermaga khusus ekspor.
Hingga September 2026, volume ekspor semen khusus ke Pantai Barat Amerika Serikat telah melampaui 300.000 ton melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.
Menurut dia, ekspansi ekspor tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas basis pelanggan, sekaligus mengoptimalkan kapasitas produksi.
”Perusahaan juga berupaya meningkatkan kontribusi produk bernilai tambah tinggi guna memperkuat daya saing di pasar internasional,” tuturnya.
Di sisi lain, pengembangan bisnis berkelanjutan turut menjadi bagian dari strategi jangka panjang melalui Sustainability Roadmap 2030.
Pada 2025, solusi berkelanjutan berkontribusi sebesar 46% terhadap total pendapatan perusahaan, meningkat 7% dibandingkan 2024. Perusahaan juga berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 17,16% dibandingkan baseline 2010.
Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan diperkuat melalui 12 produk yang telah memperoleh sertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia.
”Ke depan, perusahaan akan terus mengoptimalkan peluang pasar, meningkatkan produktivitas, dan menjaga disiplin keuangan untuk menciptakan pertumbuhan yang sehat serta nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Rizki Kresno Edhie Hambali. []


