Kuintet Metal/Hardcore Avhath Resmi Luncurkan Album Perdana

Jakarta – Setelah meniti perjalanan panjang di kancah musik independen tanah air selama lebih dari satu dekade, kuintet metal/hardcore asal Jakarta Selatan, Avhath, akhirnya mengumumkan perilisan album penuh perdana mereka yang diberi judul Avhath.

Album self-titled yang resmi diluncurkan pada 9 Oktober 2026 ini tercatat sebagai rilisan ke-17 sepanjang eksistensi band yang telah berjalan sejak tahun 2012 tersebut.

Sebelum memperkenalkan keseluruhan album penuh ini, Avhath sempat merilis singel pemanasan bertajuk “amassed” pada bulan September lalu, yang sekaligus menjadi jembatan bagi para pendengar menuju fase baru musikalitas mereka.

Penggarapan album penuh perdana ini diakui lahir bukan dari sebuah rancangan konseptual yang kaku atau dipaksakan. Mengutip pernyataan produser Reynir dalam catatan produksinya, proses kreatif di balik album ini dirasakan lebih sebagai sebuah panggilan kolektif yang tumbuh secara alami.

“Proses kreatif lebih terasa seperti sebuah panggilan secara kolektif ketimbang sesuatu yang direncanakan atau diharuskan. Gagasan untuk membuat album penuh tumbuh dengan sendirinya, hingga pada satu titik terasa sebagai sesuatu yang tak terhindarkan,” ungkap Reynir.

Avhath memilih untuk melepaskan diri dari batasan konsep besar di awal pengerjaan. Mereka menaruh kepercayaan penuh pada insting kolektif serta membiarkan materi album menemukan bentuk serta karakternya sendiri secara organik, mulai dari tahap penulisan lirik, aransemen komposisi lagu, hingga perancangan tata visual artwork.

Dalam proyek ini, Reynir mengemban peran baru sebagai produser utama. Pengalaman kolektif Avhath dalam berkolaborasi dengan berbagai produser dan recording engineer pada rilisan-rilisan sebelumnya turut memandu cara mereka merumuskan keputusan teknis produksi.

Dari sana, mereka menegaskan prinsip bahwa keputusan teknis seharusnya mengikuti dinamika musik yang berjalan, dan bukan sebaliknya.

Secara keseluruhan, album Avhath memuat sembilan nomor komposisi. Album ini dibuka oleh trek instrumental bertajuk “Genesis.”, yang berfungsi sebagai pintu gerbang atau pengantar bagi para pendengar untuk memasuki lanskap sonik album tersebut.

Delapan lagu berikutnya menyuguhkan fragmen dan sudut pandang yang beragam mengenai gagasan tentang “kehadiran parasitik”—sebuah tema yang dieksplorasi secara mendalam baik dalam konteks harfiah maupun metaforis.

Ekrig, yang bertanggung jawab penuh atas penulisan lirik dalam album ini, memilih untuk tidak merangkai materi tersebut ke dalam sebuah narasi linier yang kaku. Sebaliknya, ia membiarkan setiap fragmen lagu berdiri di dalam ruang ambiguitasnya.

Ingatan, persepsi indrawi, tubuh manusia, keyakinan, dan realitas saling beririsan dan tumpang tindih, mengaburkan batas antara peristiwa yang benar-benar terjadi, sensasi yang dirasakan, hingga bayangan imajinatif.

Sebagai kulminasi dari perjalanan musikal yang telah dibangun selama 14 tahun, album ini merangkum seluruh karakter, intensitas, serta atmosfer kelam yang menjadi ciri khas Avhath, sekaligus membuka ruang eksplorasi ke arah yang lebih matang dan segar.

Sesi perekaman (recording) album ini dimulai pada Januari 2026 di studio rekamkamar dengan melibatkan recording engineer Rama Harto. Tahap pencampuran suara (mixing) dikerjakan secara kolaboratif oleh Rama Harto, Reynir, dan Ekrig.

Sementara itu, untuk memastikan standar kualitas sonik tingkat tinggi pada tahap akhir penyuntingan (mastering), Avhath mempercayakan format digital kepada Will Killingsworth dari Dead Air.

Adapun penanganan format fisik, yang mencakup kaset, compact disc (CD), dan vinyl, dikerjakan oleh insinyur suara terkemuka Colin Marston dari Menegroth, The Thousand Caves.

Album penuh Avhath kini telah tersedia dan dapat dinikmati melalui berbagai platform penyiaran musik digital resmi maupun dalam rilis format fisik bagi para kolektor musik ekstrem. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Peringati Empat Dekade Perjalanan Bermusik, Nicky Astria Gelar Konser Tunggal

Jakarta - Penyanyi solo legendaris tanah air, Nicky Astria,...

‎Mahasiswi ITPLN Juara 1, Manfaatkan AI Atasi Limbah Elektronik

Jakarta — Mahasiswi Institut Teknologi PLN (ITPLN), Putri Sahira,...

Rektor Unhas Lepas 34 Tim ke PIMNAS ke-39, Target Pertahankan Gelar Juara Umum

Makassar, OPSI.ID - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Jamaluddin...

Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Dibayar Rp 9 Juta per Hari, Ini Profesinya

Madiun, OPSI.ID - Dwi Bagus Martono (40), tersangka kasus...

PN Surakarta Tolak Gugatan Srigit Pratomo soal Ijazah Jokowi

Surakarta, OPSI.ID - Pengadilan Negeri (PN) Surakarta menolak seluruh...

Usai Diperiksa, 19 Orang yang Diamankan dalam Demo Jakarta Dipulangkan

Jakarta, OPSI.ID - Polda Metro Jaya memulangkan 19 orang...

Pangdam XIV/Hasanuddin Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Antisipasi Karhutla

Makassar, OPSI.ID - Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko...

Denny Indrayana Cabut Gugatan Suket Gibran di PTUN, Sebut Sikap Tergugat Aneh Bin Ajaib

JAKARTA, Opsi.id – Pakar hukum tata negara Denny Indrayana bersama...

Berita Terbaru

Popular Categories