Jatiwangi — Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, KH. Maman Imanulhaq, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Abah Hasan Kiryani, sesepuh Buntet Pesantren yang dikenal sebagai sosok ulama rendah hati, hangat, dan penuh kasih.
KH. Maman mengatakan, Abah Hasan Kiryani bukan hanya seorang sesepuh pesantren. Bagi banyak orang, beliau merupakan sosok murobbi yang memberikan teladan, nasihat, dan keteduhan.
“Abah bukan hanya sesepuh Buntet Pesantren. Beliau adalah murobbi bagi siapa saja yang merindukan sosok ulama yang rendah hati, hangat, dan penuh kasih,” ujar KH. Maman Imanulhaq.
Menurut KH. Maman, hubungan dirinya dan keluarga dengan Abah Hasan Kiryani telah terjalin sangat dekat. Abah Hasan selalu mengenang KH. Abdurrochim sebagai sahabat perjuangan saat aktif bersama di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Setiap kali berkunjung ke Buntet Pesantren, KH. Maman selalu menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dan memohon doa kepada Abah Hasan. Sosok beliau selalu menjadi tempat mendapatkan nasihat dan ketenangan.
Kedekatan tersebut juga terlihat dalam berbagai momentum keluarga. Saat resepsi pernikahan Mas Nahdi dan Emily, Abah Hasan bersama Bu Nyai berkenan hadir untuk memberikan doa dan kasih sayang.
Kini, Abah Hasan Kiryani telah berpulang ke rahmatullah. KH. Maman meyakini bahwa Allah SWT lebih mencintai beliau dan telah memanggilnya kembali ke hadirat-Nya.
“Selamat jalan, Abah. Kami mencintai Abah. Kami menyayangi Abah. Kami akan terus mengamalkan keteladanan Abah,” tutur KH. Maman.
KH. Maman berharap nilai-nilai keteladanan Abah Hasan Kiryani terus hidup dan menjadi inspirasi bagi keluarga, santri, serta masyarakat luas.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah Abah Hasan Kiryani, mengampuni segala kekhilafannya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.
Al-Fatihah.[]


