‎Almamater Lima Geruduk Tangcity Mall, Desak Klarifikasi Dugaan Perubahan Alur Kali Cikokol

Jakarta – Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Madani Tangerang Libas Mafia (Almamater Lima) kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II di depan TangCity Mall, Kota Tangerang.

‎”Massa aksi mendesak adanya klarifikasi terbuka terkait dugaan perubahan alur Kali Cikokol, perbedaan data luas Taman Potret, hingga realisasi sejumlah komitmen yang disebut pernah disampaikan pihak pengelola TangCity Mall saat awal pembangunan,” kata Koordinator Almamater Lima, Djoko Handoko yang akrab Djalu dalam keterangannya dikutip Jumat, 3 Juli 1988.

‎Ia mengatakan, aksi lanjutan ini dilakukan karena tuntutan yang telah disampaikan pada aksi sebelumnya dinilai belum mendapat tanggapan maupun penjelasan resmi dari pihak terkait.

‎”Kami menuntut adanya penjelasan yang terbuka kepada masyarakat. Jika memang tidak ada persoalan, sampaikan kepada publik secara transparan. Jangan biarkan masyarakat terus bertanya-tanya,” ujar Djalu dalam orasinya.

‎Djalu menjelaskan, salah satu isu utama yang disoroti adalah dugaan perubahan alur Kali Cikokol.

‎Menurutnya, apabila memang terjadi perubahan aliran sungai, pemerintah maupun pihak terkait harus menjelaskan dasar hukum, perizinan, serta kajian teknis yang menjadi landasannya.

‎”Fungsi sungai tidak boleh dipandang sebelah mata. Kami meminta kondisi aliran Kali Cikokol dijelaskan secara terbuka. Bila ditemukan adanya perubahan yang tidak sesuai ketentuan, maka harus ada langkah pemulihan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

‎Selain itu, lanjut Djalu, Almamater Lima juga menyoroti adanya perbedaan data mengenai luas Taman Potret. Berdasarkan papan informasi di lokasi, luas taman tercantum 12.000 meter persegi.

‎Sementara, pada portal TamanKita milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tercatat seluas 9.600 meter persegi. Hasil kajian lapangan yang dilakukan tim Almamater Lima bahkan memperkirakan luas eksisting taman hanya sekitar 5.050 meter persegi.

‎Djalu menambahkan, perbedaan data tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

‎”Kami tidak sedang menggiring opini. Kami hanya meminta pemerintah menjelaskan mengapa terdapat perbedaan data yang dapat diakses masyarakat. Transparansi adalah hak publik,” jelasnya.

‎Ia menegaskan, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan permohonan klarifikasi kepada Pemkot Tangerang, termasuk kepada Wali Kota Tangerang. Namun, hingga aksi kedua digelar, belum ada penjelasan resmi diberikan.

‎Dalam aksi tersebut, massa juga meminta aparat kepolisian memfasilitasi pertemuan dengan manajemen TangCity Mall agar aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara langsung dan memperoleh penjelasan dari pihak pengelola.

‎Tidak hanya menyoroti persoalan lingkungan, Almamater Lima turut menagih realisasi sejumlah komitmen yang disebut pernah disampaikan manajemen TangCity Mall pada awal pembangunan kawasan tersebut.

‎Djalu memaparkan, saat proses pembangunan, TangCity Mall disebut berkomitmen menjadi pusat perbelanjaan yang mengangkat budaya lokal Kota Tangerang, menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja lokal, membangun kemitraan berkelanjutan dengan pelaku UMKM, serta menghadirkan kawasan bisnis yang ramah lingkungan. Namun, Almamater Lima menilai sejumlah komitmen tersebut belum terealisasi secara optimal.

‎”Kami mempertanyakan realisasi janji-janji yang pernah disampaikan kepada masyarakat Kota Tangerang. Jangan sampai komitmen yang pernah diumumkan hanya menjadi slogan saat pembangunan, tetapi tidak diwujudkan secara nyata,” bebernya.

‎Djalu menyebut, pelestarian budaya lokal kini tidak lagi terlihat berjalan secara berkelanjutan. Selain itu, ia juga mempertanyakan capaian penyerapan tenaga kerja lokal serta efektivitas kemitraan dengan pelaku UMKM yang dinilai belum berjalan sesuai harapan dan harus dievakuasi.

‎”Melalui aksi ini, kami meminta pemerintah daerah maupun manajemen TangCity Mall segera memberikan penjelasan resmi dan terbuka kepada masyarakat terkait seluruh tuntutan yang disampaikan, sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” ucapnya memungkasi. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Respons PDIP soal Jokowi Ingin Bertemu Megawati, Said: Kartu Mati Jangan Dihidupkan

Jakarta — PDI Perjuangan menegaskan hubungannya dengan Presiden ke-7...

Harta Kekayaan Suahasil Nazara Capai Ratusan Miliar, Ini Rinciannya

Jakarta — Suahasil Nazara memiliki total harta kekayaan sebesar...

Gantikan Purbaya, Ini Pesan Prabowo kepada Menkeu Suahasil Nazara

Jakarta — Suahasil Nazara langsung mendapat pesan penting dari...

Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pilihan Prabowo Subianto

Jakarta — Suahasil Nazara mendapat kepercayaan baru dalam pemerintahan...

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian Menteri Keuangan...

UPRI Makassar Dorong Mahasiswa Baru Perluas Relasi lewat UKM

Makassar, OPSI.ID - Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar...

Bupati Anton Kursus di Lemhannas, Dosen UHN: Rakyat Simalungun Butuh Jalan, Bukan Sertifikat

SIMALUNGUN, Opsi.id – Keikutsertaan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih...

Polres Maros Gelar Sertijab Wakapolres dan Kapolsek Tompobulu

Maros, OPSI.ID - Kepolisian Resor (Polres) Maros menggelar upacara...

Berita Terbaru

Popular Categories