Sopo Belajar Pinal menjadi tuan rumah Pasada Toba, dengan peserta yang berasal dari empat Sopo Belajar: Bahal-bahal, Pinal, Binangara, dan Sitiotio.
Sementara dua lokasi lainnya — Sopo Belajar Lontung dan Sopo Belajar Simbolon — akan menjadi tempat perayaan Hari Anak Nasional.
Total 252 anak dari enam Sopo Belajar akan ambil bagian dalam seluruh rangkaian kegiatan ini.
Kemeriahan Pasada Toba akan diwarnai dengan berbagai perlombaan yang menampilkan keragaman ekspresi anak-anak.
Mulai dari manortor, dance, menulis cerita, mini drama, hingga fashion show. Setiap lomba dirancang untuk memberi ruang bagi anak mengekspresikan diri sesuai bakat dan minat masing-masing.
Melalui Pasada Toba dan Hari Anak 2026, Alusi Tao Toba menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda di kawasan Danau Toba. Memastikan setiap anak mendapat panggungnya sendiri untuk bersinar.
Alusi Tao Toba
Alusi Tao Toba dibentuk pada tahun 2010 oleh Togu Simorangkir. Dimulai dengan mendirikan Sopo Belajar (Rumah Belajar).
Baca juga: Sibeabea dan Pariwisata Danau Toba
Pendirian ini dilatarbelakangi minimnya sarana pendidikan non-formal luar sekolah di Pulau Samosir dan sekitar Danau Toba.
Togu Simorangkir memiliki latar belakang pendidikan yang cukup kuat.
Ia kuliah di Fakultas Biologi Universitas Nasional dan lulus tahun 1998. Melanjutkan program beasiswa Konservasi Primata di Oxford Brookes University dan lulus tahun 2003.
Namun ia memilih meninggalkan berbagai tawaran pekerjaan demi membangun Alusi Tao Toba.
Prinsipnya: “Sukses bukan berapa banyak uang dan jabatan, tapi seberapa bermanfaat kita.”
Untuk pengelolaan harian, Yayasan Alusi Tao Toba pernah dipimpin oleh Biston Manihuruk sebagai Direktur.
Alusi Tao Toba adalah lembaga nonpemerintah yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan dan penguatan masyarakat di Danau Toba melalui pendidikan.
Nama “Alusi Tao Toba” berasal dari bahasa Batak: Alusi (jawab), Tao (danau), dan Toba — yang berarti “Menjawab Panggilan Danau Toba”. []


