Jakarta – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) August Hamonangan meminta agar aparat kepolisian menyelidiki kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa siswi kelas X SMAN 6 Jakarta berinisial NAEP (16), bermula dari tersangkut kabel menjuntai milik PLN di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis, 18 Juni 2026.
August pun mengucapkan duka cita mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa NAEP serta korban lain berinisial DJ yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan terjatuh dari sepeda motor.
”Saya turut berduka cita atas korban yang meninggal dunia kemarin. Semoga, keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dari Allah dan yang masih terluka juga bisa sembuh secepat-cepatnya,” kata August Hamonangan dalam keterangannya dikutip Sabtu, 20 Juni 2026.
Baca juga: Kabel PLN Renggut Nyawa Neisha Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Anung Angkat Bicara
“Kepolisian harus mendalami kejadian ini untuk menemukan dengan pasti apa yang menyebabkan kecelakaannya,” ucapnya menegaskan.
August menekankan, ini merupakan saatnya mengevaluasi kondisi kabel-kabel menjuntai di langit-langit Jakarta yang kenyataannya amat membahayakan keselamatan para pengguna jalanan.
“Sekarang juga waktunya mengevaluasi kondisi kabel-kabel yang semrawut, berantakan dan menjuntai di langit-langit kita. Sudah lama kabel-kabel menjuntai ini mengganggu masyarakat kita. Bukan hanya secara visual, tetapi sekarang juga membahayakan keselamatan orang-orang,” ucapnya.
Desak Pemprov DKI Lakukan Penertiban Kabel
August juga menyoroti kabel-kabel ilegal yang dipasang secara sembarangan tanpa memiliki izin. Maka itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus segera melakukan penertiban.
“Ada juga kabel-kabel yang dipasang secara asal-asalan saja tanpa izin di beberapa tempat. Ini jelas-jelas ilegal. Hal itu mestinya segera ditertibkan oleh Pemprov DKI tanpa rasa ragu-ragu,” ujarnya.
August berharap ada penataan kabel yang lebih baik lagi di Jakarta agar menghindarkan warganya dari marabahaya ketika sedang menggunakan jalanan. Salah satunya dengan mengejar pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) yang menaruh kabel-kabel di bawah tanah.
“Dengan ditatanya kabel-kabel itu kembali, harapannya warga Jakarta bisa terhindar dari marabahaya ketika sedang berlalu-lalang di jalanan kita. Untuk itu, proyek SJUT yang selama ini sudah dicanangkan oleh Pemprov DKI mesti dikejar. Ke depannya, tidak ada lagi kabel-kabel yang boleh melayang di udara. Semua itu harus dipindahkan ke bawah tanah,” ucapnya.
“Kita minta penjelasan serta pertanggungjawaban dari Mas Gubernur Pramono Anung, Dina Bina Marga, Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) serta pihak terkait pemilik kabel. Ini bukan kejadian yang pertama, Dinas terkait harus bertanggungjawab dan memastikan kejadian serupa tidak berulang,” katanya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menyinggung kronologi penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa siswi muda SMAN 6 itu.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, kabel yang memicu insiden tersebut merupakan kabel PLN yang terputus dan menjuntai ke badan jalan.
”Kronologinya mungkin teman-teman sudah tahu, tapi intinya memang itu terjadi dan kabelnya adalah kabel yang terpotong dari PLN,” kata Pramono Anung kepada awak media di Jakarta pada Jumat, 19 Juni 2026.
Sebelumnya, siswi SMAN 6 Jakarta berinisial NAEP meninggal dunia secara tragis setelah mengalami kecelakaan saat dibonceng sepeda motor menuju sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setang sepeda motor yang ditumpanginya tersangkut kabel milik PLN yang menjuntai di Jalan Lauser, Kebayoran Baru. Setelah itu, korban terjatuh ke jalan dan kemudian terlindas bus sekolah yang melintas. []


