Jakarta – Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana memastikan akan memanggil Anggota Komisi C DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Hardiyanto Kenneth untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan yang bersangkutan dalam kasus penerobosan jalur Transjakarta dan memaki polisi lalu lintas.
Yudha Permana menegaskan, pemanggilan terhadap Hardiyanto Kenneth dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026 mendatang.
”Insyaallah pada hari Selasa pekan depan, seluruh proses akan dijalankan sesuai tata tertib dan ketentuan yang berlaku tanpa pengecualian,” ujar Yudha saat dihubungi wartawan, dikutip Sabtu, 11 Juli 2026.
Yudha pun membantah isu yang menyebut BK DPRD DKI telah diintervensi agar tidak menjatuhkan sanksi etik dalam perkara tersebut.
Ia memastikan kabar burung yang beredar itu tidak benar alias informasi sesat.
”Silakan tanyakan kepada pihak yang menyebarkan isu tersebut. Saya pastikan informasi bahwa BK sudah dikondisikan adalah hoaks,” tutur Yudha.
Politisi Partai Gerindra itu menerangkan, setiap keputusan BK terkait sanksi terhadap anggota dewan tidak bisa diambil secara tergesa-gesa.
Sebab, harus melalui tahapan pemeriksaan yang sesuai aturan.
”Seluruh anggota BK bekerja berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan,” ucapnya.
Yudha juga mengungkapkan ihwal Badan Kehormatan terdiri dari perwakilan sembilan fraksi di DPRD DKI Jakarta.
”Karena itu, mustahil keputusan dapat dipengaruhi oleh kepentingan pihak tertentu,” ujarnya.

Sebelumnya, dugaan pelanggaran yang melibatkan seorang anggota DPRD DKI Jakarta mencuat setelah muncul laporan mengenai kendaraan yang diduga menerobos jalur khusus Transjakarta dan memicu adu argumen dengan petugas di kawasan lampu lalu lintas Pesing, Jakarta Barat.
Peristiwa tersebut tidak hanya menjadi perhatian aparat kepolisian, tetapi juga memicu langkah Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta untuk melakukan penelusuran internal.
Yudha sempat mengatakan, pihaknya akan lebih dahulu memastikan identitas oknum yang beredar dalam informasi tersebut sebelum mengambil langkah lanjutan.
Ia menegaskan investigasi menjadi bagian penting agar setiap keputusan didasarkan pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
”Informasi yang kami terima akan kami verifikasi terlebih dahulu. Terima kasih atas masukannya,” ujar Yudha kepada wartawan. []

