Jakarta – Institut Teknologi PLN (ITPLN) bersama PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara (Sumut) dan Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan (YPK) PLN membekali puluhan siswa kelas XI SMAN 4 Medan dan SMAN 1 Binjai dengan keterampilan energi terbarukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Program bertajuk Rekayasa Teknologi untuk Energi Terbarukan bagi Generasi Muda itu menggabungkan pembelajaran teori dan praktik, mulai dari pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala kecil hingga pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Wakil Rektor II ITPLN Bidang Sumber Daya, Heryawan yang datang langsung ke SMAN 1 Binjai mengatakan pengenalan teknologi energi terbarukan kepada pelajar di Sumatera Utara menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan kebutuhan energi.
”Para siswa tidak hanya menerima materi mengenai energi bersih, tetapi juga diajak mengenal penerapannya melalui praktik teknologi sederhana,” ujar Heryawan dalam keterangan resmi, Jumat, 31 Juli 2026.
Di SMAN 1 Binjai, ungkapnya, pembelajaran diarahkan agar siswa memahami teknologi energi terbarukan secara lebih dekat. Pendekatan teori dan praktik digunakan untuk memperkenalkan cara kerja teknologi energi sekaligus membangun ketertarikan pelajar terhadap bidang sains, teknologi, dan lingkungan.
Heryawan menekankan ihwal pengalaman belajar semacam itu diharapkan membuat pelajar tidak berhenti pada pemahaman konsep. Mereka juga didorong melihat teknologi energi terbarukan sebagai bidang yang dapat dikembangkan sekaligus menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan dan membangun karier di masa depan.
Sementara itu, Direktur Training Center ITPLN, Ir. Suharto MT yang datang ke SMAN 4 Medan bersama Sekretaris YPK PLN, Amiruddin Ginting menjelaskan program CSR tersebut dirancang untuk memperluas wawasan generasi muda melalui pendekatan teori dan praktik.
”Para peserta didik diperkenalkan pada konsep instalasi PLTS skala kecil serta pemanfaatan sampah organik menggunakan maggot yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti lilin aromaterapi,” katanya.
Dia menegaskan, inovasi maggot jadi produk bernilai ekonomi diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian pelajar terhadap pengelolaan lingkungan sekaligus mendorong lahirnya kreativitas berbasis teknologi.
Pada kesempatan itu, General Manager PT PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir Salman, menegaskan bahwa pemahaman mengenai energi harus ditanamkan sejak dini karena listrik memiliki peran penting dalam kehidupan dan pembangunan bangsa.
”Listrik bukan sekadar energi, tetapi kehidupan. Siapa yang menguasai energi, akan memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan,” kata Salman.
Menurut Salman, perkembangan teknologi energi bersih, seperti PLTS hingga pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy), menjadi peluang besar yang harus dipahami generasi muda. Karena itu, ia mendorong para pelajar membangun pola pikir adaptif agar siap menghadapi tantangan transisi energi yang kini menjadi agenda global.
Sekretaris YPK PLN, Amiruddin Ginting, mengatakan program edukasi tersebut merupakan bentuk komitmen PLN dalam menyiapkan generasi yang memahami pentingnya energi bersih dan berkelanjutan.
Menurut alumnus SMAN 4 Medan itu, kolaborasi antara dunia industri, perguruan tinggi, dan sekolah diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki wawasan teknologi sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
SMAN 4 Medan menjadi salah satu sekolah penerima program CSR PLN pada tahun ini setelah sebelumnya program serupa dilaksanakan di SMAN 39 Jakarta, SMAN 5 Surabaya, SMA Taruna Brawijaya, SMA Gama Yogyakarta, dan SMA Taruna Nusantara Magelang.
Kepala SMAN 4 Medan, Rita Hartati, MS, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan PLN kepada sekolahnya. Selain menghadirkan edukasi, sekolah juga menerima bantuan PLTS berkapasitas 300 watt yang ditempatkan di Laboratorium Fisika sebagai media pembelajaran energi terbarukan.
”Bantuan ini menjadi nilai tambah bagi proses pembelajaran karena siswa dapat mempelajari teknologi energi terbarukan secara langsung. Kami berharap sinergi antara dunia pendidikan dan PLN terus berlanjut sehingga mampu melahirkan generasi muda yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan industri energi di masa depan,” kata Rita. []


