Data tersebut terus dikoordinasikan dengan BPBD dan pihak terkait di daerah.
Operasi SAR masih dilanjutkan dengan fokus utama mencari korban yang kemungkinan masih tertimbun reruntuhan serta memastikan warga terdampak dapat dievakuasi ke lokasi aman.
Data BNPB
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam konferensi pers secara daring pada Sabtu sore melaporkan bahwa hingga pukul 15.00 WIB tercatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa.
BNPB juga mencatat dua orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan. Sementara itu, sekitar 2.000 warga memilih mengungsi secara mandiri.
Sejumlah wilayah di Flores mengalami dampak gempa dengan tingkat kerusakan yang signifikan.
Kabupaten Manggarai menjadi salah satu daerah yang terdampak paling parah, disusul Kabupaten Manggarai Timur.
TNI Tambah Kekuatan
Upaya penanganan bencana juga diperkuat oleh TNI. Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan (Puspen) TNI, hingga Sabtu malam sebanyak 1.892 personel dari Kodam IX/Udayana dan Kodaeral VII Kupang telah diterjunkan untuk membantu penanganan pascagempa.
Selain personel, TNI mengerahkan berbagai peralatan pendukung, termasuk 75 kendaraan, tujuh tenda lapangan, serta 40 unit velbed.
TNI Angkatan Laut juga menyiapkan satu unit helikopter Bell 412 dari Lanudal Juanda.
Helikopter tersebut dipersiapkan untuk mendukung operasi penanggulangan bencana di wilayah Flores, terutama dalam mobilisasi personel dan pendistribusian bantuan.
Pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung. Tim gabungan juga terus melakukan pemutakhiran data korban serta memetakan kerusakan di sejumlah wilayah terdampak gempa. []


