Ed Sheeran Kehilangan Band Pengiring Usai Macklemore Dicoret karena Isu Mendukung Palestina

Jakarta – Dunia musik internasional tengah diguncang polemik besar setelah tur global Ed Sheeran, Loop Tour, kehilangan seluruh artis pembuka dan band pengiringnya. Kisruh ini bermula dari pencoretan rapper Macklemore yang sebelumnya dijadwalkan tampil sebagai pembuka konser.

Aksi panggung Macklemore yang menyerukan “Free Palestine” dan membawakan lagu protes Hind’s Hall memicu tekanan dari pemilik venue besar di Amerika Serikat, hingga akhirnya ia dicoret dari daftar penampil.

Keputusan tersebut bukan datang dari Ed Sheeran secara langsung, melainkan dari promotor dan pihak stadion. Namun, sikap netral Ed Sheeran dalam menyikapi kontroversi ini justru menimbulkan kritik keras dari sesama musisi dan publik.

Kronologi kisruh ini dimulai pada 5 September 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, ketika Macklemore tampil sebagai pembuka dan menyerukan dukungan untuk Palestina. Ia membawakan lagu “Hind’s Hall”, yang dikenal sebagai simbol protes terhadap genosida di Gaza.

Setelah penampilan tersebut, sejumlah pemilik stadion, termasuk Robert Kraft selaku pemilik Gillette Stadium, menekan promotor agar Macklemore dicoret. Alasan yang dikemukakan adalah penggunaan simbol yang dianggap antisemitik, meski Macklemore menegaskan bahwa pesannya murni solidaritas kemanusiaan.

Ed Sheeran kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa pencoretan Macklemore bukan keputusannya. Ia menegaskan bahwa dirinya memilih bersikap netral dan tidak ingin konser dijadikan arena politik.

Namun, sikap netral ini dianggap problematis oleh sejumlah musisi lain. Grup Massive Attack, misalnya, menyatakan bahwa “tidak ada posisi netral di tengah pembantaian”. Kritik ini memperlihatkan bahwa publik dan komunitas musik menuntut sikap lebih tegas dari artis sebesar Ed Sheeran.

Solidaritas terhadap Macklemore membuat seluruh artis pendukung Ed Sheeran memutuskan mundur. Empat nama besar yang sebelumnya dijadwalkan tampil kini resmi keluar dari tur. Finneas dari Amerika Serikat menolak seniman dibungkam dan menyatakan dukungan pada Palestina.

Aaron Rowe dari Irlandia mengaitkan sikapnya dengan sejarah penindasan di Irlandia dan menolak genosida. Lukas Graham dari Denmark menolak dominasi kekuatan finansial dalam membatasi ekspresi seniman. Sementara Beoga, band pengiring Ed Sheeran asal Irlandia, mundur karena menolak pembungkaman Macklemore.

Dengan mundurnya seluruh artis pendukung, tur Ed Sheeran kini berjalan tanpa band pengiring maupun artis pembuka. Hal ini tentu berdampak besar terhadap jalannya tur. Kehilangan daya tarik tambahan dari artis pembuka membuat konser terasa lebih sederhana.

Reputasi Ed Sheeran pun dipertanyakan karena banyak pihak menilai ia tunduk pada tekanan komersial. Di sisi lain, keputusan mundur dari Finneas, Lukas Graham, dan lainnya memperlihatkan bahwa isu Palestina telah menjadi titik solidaritas global di kalangan musisi.

Kisruh ini menegaskan bahwa isu Palestina bukan lagi sekadar topik politik, melainkan telah merambah ke dunia hiburan. Musisi internasional kini menghadapi dilema, apakah tetap netral demi menjaga komersialitas, atau bersuara lantang demi solidaritas kemanusiaan.

Macklemore memilih jalur kedua, menjadikan panggung musik sebagai ruang protes. Ed Sheeran, sebaliknya, memilih jalur netral, namun justru menuai kritik karena dianggap tidak ada netralitas dalam genosida.

Polemik ini memperlihatkan benturan besar antara kebebasan berekspresi seniman dan kepentingan politik-ekonomi sponsor serta venue.

Ed Sheeran kini berada di tengah badai kritik karena sikap netralnya, sementara Macklemore dan musisi pendukung lain menjadikan panggung musik sebagai ruang solidaritas politik.

Kasus ini menegaskan bahwa isu Palestina telah menjadi ujian besar bagi industri musik global, memaksa musisi memilih antara solidaritas kemanusiaan atau menjaga posisi aman secara komersial. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Maseta Luncurkan EP SAYANG, Narasi Dualisme Cinta dan Kehilangan

Jakarta - Industri musik pop tanah air kembali diperkaya...

‎PLTS 100 GWp Butuh 5,5 Juta Tenaga, ITPLN Siapkan Lulusan Terampil

‎Jakarta - Institut Teknologi PLN (ITPLN) memastikan akan menyiapkan...

Bekal Santri Hadapi Era Digital, OJK Cirebon Ingatkan Bahaya Investasi Berisiko

Cirebon – Kemampuan mengelola keuangan dan mengenali risiko investasi...

Munafri Arifuddin Pimpin PSSI Sulsel, Siapkan Pembinaan Klub Lokal dan Kompetisi Usia Muda

Makassar, OPSI.ID - Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa...

35 Guru Terdampak Insiden Kesehatan Usai Konsumsi MBG di Cirebon, PGRI Soroti Beban Kerja

Cirebon – Insiden kesehatan yang dialami sejumlah penerima manfaat...

KAI Daop 3 Cirebon Amankan 684 Barang Tertinggal, Nilainya Tembus Rp702 Juta

Cirebon – Ratusan barang milik penumpang ditemukan tertinggal di...

Festival Literasi Cirebon 2026 Dibuka, Pemkot Ajak Warga Tak Sekadar Membaca tetapi Juga Berkarya

Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon mendorong penguatan budaya literasi...

ElectricBird Rilis Album Kedua Bertajuk Odyssey

Jakarta - Grup band rock asal Surabaya, ElectricBird, kembali...

Berita Terbaru

Popular Categories