Mahasiswa ITPLN Ciptakan Alat Pendeteksi Karhutla

‎Jakarta – Mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN) Fahmi Ramadhan menorehkan prestasi di ajang Semarak Keilmuan Nasional yang digelar Universitas Swadaya Gunung Jati. Dia berhasil meraih penghargaan Best Disaster Mitigation melalui gagasan dan prototipe PEATSHIELD, perangkat cerdas untuk mendeteksi sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama lahan gambut.

‎PEATSHIELD dirancang dengan mengintegrasikan Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Geographic Information System (GIS), dan sensor hidrologi. Perangkat tersebut memungkinkan kondisi lahan gambut dipantau secara real time, termasuk kelembapan tanah, tinggi muka air, suhu lingkungan, hingga potensi titik panas yang dapat memicu kebakaran.

‎Fahmi mengatakan keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut berawal dari keinginan untuk menambah pengalaman sekaligus prestasi. Ia juga melihat isu kebakaran lahan gambut relevan dengan bidang yang dipelajarinya dan tengah menjadi perhatian dalam pembahasan lingkungan.

‎”Saya ingin menambah pengalaman dan prestasi. Selain itu, topik yang saya angkat juga sesuai dengan jurusan dan isu yang sedang ramai dibicarakan,” ujar Fahmi dalam keterangannya pada Kamis, 17 September 2026.

‎Ia mengaku sempat tidak yakin dapat menembus 10 besar. Keraguan itu muncul karena kompetisi diikuti peserta dengan berbagai gagasan ilmiah. Namun, setelah melalui rangkaian seleksi, karyanya justru mendapat penghargaan khusus di bidang mitigasi bencana.

‎Proses pengembangan karya tersebut berlangsung sekitar satu bulan. Fahmi melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, penyusunan esai, hingga pengumpulan karya dan prototipe.

‎”Kurang lebih satu bulan prosesnya, dari pendaftaran, pengerjaan esai, sampai pengumpulan karya,” ucapnya.

‎Gagasan PEATSHIELD berangkat dari persoalan kebakaran lahan gambut yang masih berulang, terutama ketika kondisi lahan mengering pada musim kemarau. Fahmi melihat pencegahan membutuhkan sistem pemantauan yang dapat memberikan informasi secara cepat sebelum kondisi berkembang menjadi kebakaran.

‎Dalam rancangan PEATSHIELD, sejumlah sensor ditempatkan untuk membaca kondisi lingkungan lahan gambut. Data yang diperoleh kemudian dapat dipantau secara real time dan diolah dengan pendekatan AI. Sementara GIS digunakan untuk membantu menggambarkan kondisi serta lokasi lahan yang menjadi objek pemantauan.

‎Menurut Fahmi, integrasi teknologi tersebut memungkinkan pemantauan dilakukan secara lebih adaptif. Sistem tidak hanya mengandalkan pengamatan manual, tetapi memanfaatkan data yang dikumpulkan perangkat untuk membantu mengidentifikasi perubahan kondisi lahan.

‎”Pengembangannya berbasis AI dan GIS, sehingga memungkinkan pemantauan lahan gambut secara real time. Perangkat yang digunakan juga relatif mudah didapat dan murah,” ucapnya.

‎Pendekatan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam merancang prototipe. Fahmi ingin teknologi yang dikembangkan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi memiliki peluang untuk diterapkan dengan perangkat yang mudah diperoleh dan biaya yang relatif terjangkau.

‎Persoalan yang hendak dijawab juga cukup mendasar. Ketika lahan gambut kehilangan kelembapan dan mengalami penurunan muka air, ekosistem tersebut menjadi lebih rentan terbakar. Sistem pemantauan yang terbatas dapat membuat informasi mengenai perubahan kondisi lahan tidak segera diketahui.

‎Karena itu, PEATSHIELD dirancang untuk membaca beberapa parameter sekaligus, seperti kelembapan tanah, tinggi muka air, suhu, serta indikasi potensi hotspot. Data tersebut menjadi dasar pemantauan dan dapat membantu proses mitigasi dilakukan lebih cepat.

‎Fahmi berharap prototipe tersebut masih dapat dikembangkan lebih lanjut, terutama dari sisi akurasi sensor, pengolahan data, dan implementasi di lapangan.

‎”Penerapan inovasi ini masih bisa dikembangkan lebih mudah dan cepat karena perangkat yang dibutuhkan relatif mudah didapatkan,” katanya.

‎Penghargaan Best Disaster Mitigation dalam Semarak Keilmuan Nasional menjadi capaian yang menambah rekam prestasi ITPLN sekaligus menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat mengembangkan gagasan teknologi dari persoalan lingkungan di sekitar. PEATSHIELD membawa pendekatan teknologi digital ke persoalan klasik kebakaran lahan gambut: mendeteksi lebih dini sebelum api telanjur meluas. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Gugatan Ijazah Gibran Tak Diterima MK, Relawan Militan: Kebenaran dan Keadilan Menang

Jakarta, OPSI.ID - Ketua Relawan Militan Gibran 08 Nusantara,...

BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Buana Subang Raya 2, Rumah Subsidi bagi MBR

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar...

ITPLN Berperan Aktif Tekan Demam Berdarah di Jakarta Barat

Jakarta - Institut Teknologi PLN (ITPLN) berperan aktif dalam...

BP Tapera Dorong Percepatan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)...

Pansus DPRD DKI Evaluasi Kelaikan Armada Truk Pengangkut Sampah yang Beroperasi di Jakarta

Jakarta - Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI...

Penumpang Malaysia Bawa Emas 5,25 Kg Tanpa Dokumen, Digagalkan Bea Cukai di Kertajati

Majalengka – Upaya membawa keluar negeri emas batangan senilai...

Vokalis Muhammad Irfan Resmi Mengundurkan Diri dari Band Govinda

Jakarta - Grup musik pop-rock terkemuka tanah air, Govinda,...

Burhanuddin Muhtadi: Potensi Gibran Mundur Kecil, Bola Panas Putusan MK Bisa Mengarah ke DPR

JAKARTA, Opsi.id — Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara...

Berita Terbaru

Popular Categories