Jakarta – Industri film Indonesia kembali memperkaya khazanah perfilman nasional dengan hadirnya karya terbaru dari Tuta Films berjudul “Hasut”. Film bergenre horor-misteri ini merupakan debut penyutradaraan Ilya Sigma yang menghadirkan teror psikologis melalui medium suara, bukan penampakan.
Film “Hasut” mengangkat tema rasa curiga dan kepercayaan, dengan cerita yang berpusat pada empat sahabat yang terjebak dalam hutan dan dihantui suara-suara misterius dari HT mereka.
Film ini menampilkan akting solid dari empat pemeran utama, yakni Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova.
Keempat karakter datang dengan luka dan trauma masa lalu, yang semakin diperparah oleh suara-suara manipulatif yang menghasut mereka untuk saling mencurigai hingga akhirnya melukai satu sama lain.
Hingga akhir film, penonton terus dihadapkan pada pertanyaan mendasar, yakni siapa yang menghasut, dan siapa yang dapat dipercaya?
Sutradara sekaligus penulis naskah, Ilya Sigma, menegaskan bahwa film ini berangkat dari gagasan tentang keraguan terhadap diri sendiri dan orang terdekat.
“Film Hasut berbicara tentang sebuah rasa curiga dan kepercayaan. Dengan elemen suara yang menjadi kekuatan film ini, Hasut menjadi horor yang datang bukan dari makhluk yang tak terlihat, tapi dari keraguan terhadap diri sendiri dan orang terdekat,” ujarnya.
Film ini ditulis oleh Ilya Sigma bersama Priesnanda Dwisatria, diproduseri oleh Putrama Tuta dan Siera Tamihardja, dengan dukungan ko-produser Nick Musa dan Randi Wibawa.
Produser Siera Tamihardja menambahkan: “Setelah menonton film Hasut, akan membuat penonton mempertanyakan hal-hal yang selama ini kita kira sudah kita yakini. Seperti perjalanan empat karakter sahabat di film ini, penonton akan terus dihadapkan pada situasi yang membuat mereka bertanya, siapa yang sebenarnya bisa dipercaya?”
Rachel Amanda, yang menjadikan “Hasut” sebagai film horor ketiganya, mengaku menghadapi tantangan besar karena seluruh proses syuting dilakukan di hutan dengan hanya empat aktor utama.
“Menonton film Hasut akan membawa kita pada sebuah perasaan tegang, terteror secara psikologis, dan refleksi tentang sebuah relasi terhadap orang terdekat kita. Dan berada di hutan, alam, membuat kita bisa terbuka sisi-sisi yang mungkin selama ini kita tutupi, dan memperlihatkan tentang apakah kita adalah orang yang selama ini menghasut, atau yang dihasut?” ungkapnya.
Di sisi lain, Karina Salim turut menyoroti salah satu adegan emosional bersama Rachel Amanda.
“Buat aku salah satu adegan paling emosional adalah saat bersama Rachel Amanda, yang cukup menguras emosi. Karena kami berdua di sini adalah kakak-adik, yang memiliki trauma di masa lalu, dan di hutan inilah, keduanya mencoba membicarakannya untuk pertama kalinya. Perasaan luka masa lalu itu juga yang rasanya membuat karakter Vira dan Rere relate dengan banyak orang,” jelasnya.
Dengan kekuatan narasi yang berfokus pada suara, Hasut meninggalkan pertanyaan reflektif: ketika semua orang terlihat dapat dipercaya, tetapi suara yang terdengar mengatakan sebaliknya, siapa yang akan dipilih untuk dipercaya?
Film ini akan tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026 dan diharapkan menjadi salah satu karya horor Indonesia yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton.
Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @filmhasut dan @tutafilms. []


