Kepulauan Tanimbar – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) mengambil langkah konkret. Organisasi ini mengawal proyek strategis nasional Blok Masela.
Melalui Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga, Marthen Fariman, GAMKI KKT menyerahkan dokumen rekomendasi hasil Focus Group Discussion (FGD) kepada INPEX Masela Ltd, Rabu, 6 Mei 2026.
Tindak Lanjut Aspirasi Masyarakat
Penyerahan dokumen ini merupakan tindak lanjut dari diskusi yang melibatkan berbagai unsur. Di antaranya pemuda, akademisi, dan tokoh masyarakat. Diskusi tersebut digelar untuk menghimpun aspirasi lokal. Selain itu, forum ini juga bertujuan merumuskan langkah strategis.
Dokumen rekomendasi menekankan pentingnya dampak nyata dari investasi. Tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga sosial. Dengan demikian, masyarakat lokal diharapkan menjadi bagian utama dari pembangunan.
Penegasan Peran Masyarakat Lokal
Marthen Fariman menegaskan bahwa masyarakat Tanimbar harus menjadi prioritas. Ia menolak jika warga hanya menjadi penonton dalam proyek besar ini.
“Investasi ini kami sambut baik. Namun, masyarakat lokal tidak boleh hanya menjadi penonton. Rekomendasi ini adalah suara pemuda Tanimbar,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebut keterlibatan aktif masyarakat sebagai kunci keberhasilan. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus berpihak pada warga lokal.
Delapan Poin Rekomendasi Strategis
GAMKI KKT menyusun delapan poin utama dalam dokumen tersebut. Pertama, pemberdayaan tenaga kerja lokal melalui pelatihan dan sertifikasi. Program ini harus sesuai kebutuhan industri migas.
Kedua, penguatan UMKM agar masuk dalam rantai pasok perusahaan. Dengan begitu, ekonomi lokal dapat tumbuh lebih cepat.
Ketiga, peningkatan pendidikan melalui beasiswa. Fokusnya pada bidang energi dan sumber daya alam. Hal ini penting untuk menyiapkan generasi muda.
Keempat, pelaksanaan program CSR yang berkelanjutan. Terutama untuk sektor pendidikan dan kesehatan.
Kelima, sistem rekrutmen tenaga kerja yang transparan. Selain itu, proses ini harus berpihak pada sumber daya manusia lokal.
Keenam, penguatan kemitraan ekonomi. Perusahaan diharapkan bekerja sama dengan pengusaha lokal dan organisasi pemuda.
Ketujuh, mitigasi dampak lingkungan. Langkah ini penting untuk menjaga ekosistem laut dan darat.
Kedelapan, peningkatan transparansi informasi. Dengan demikian, kepercayaan publik dapat terjaga.
Sinergi dan Kearifan Lokal
Fariman menilai sinergi menjadi faktor penting dalam pembangunan. Terutama antara perusahaan besar dan masyarakat lokal.
“Ini bukan sekadar dokumen. Ini adalah mandat moral bagi kami sebagai kader GAMKI,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kearifan lokal. Nilai-nilai ini harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan pembangunan.
Peran Pemuda dan Media Sosial
Fariman juga menyoroti peran pemuda di era digital. Menurutnya, media sosial kini menjadi alat kontrol sosial yang kuat.
“Ketika sesuatu tidak viral, sering dianggap tidak mendapat keadilan,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan adanya risiko. Misalnya pelanggaran privasi dan pengabaian asas praduga tak bersalah. Oleh sebab itu, penggunaan media sosial harus tetap bertanggung jawab.
Komitmen Kawal Proyek Masela
GAMKI KKT menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proyek Blok Masela. Organisasi ini akan berperan sebagai mitra kritis dan strategis.
Dengan demikian, proyek ini diharapkan memberi manfaat nyata. Tidak hanya bagi investor, tetapi juga bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar.
“Pada akhirnya, kami ingin memastikan kesejahteraan masyarakat benar-benar terwujud,” pungkas Fariman.[]


