Ibu Menjerit, Pingsan di Sisi Jasad Anaknya
Tangis dan teriakan membelah duka di rumah duka. Nur Asyiah, ibu kandung korban, menjerit histeris saat melihat jasad putranya terbujur kaku berlumuran darah.
“Ya Allah. Baru dari rumahnya kau, nak,” teriaknya.
Dalam deraian air mata, sang ibu tak kuasa menerima kenyataan bahwa kepergian anaknya untuk selamanya terjadi begitu cepat dan begitu kejam.
“Berat kali aku kasih kau pergi kerja, nak. Rupanya begini kejadiannya,” tuturnya sambil memeluk jasad Wahyudi untuk terakhir kalinya.
Kesedihan yang tak tertahankan membuat Nur Asyiah jatuh pingsan di hadapan jenazah anaknya. Ketika tersadar, ia hanya punya satu permintaan kepada aparat hukum:
“Aku minta pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatan. Kalau bisa nyawa dibayar nyawa.”
Satu Pelaku Menyerahkan Diri, Satu Buron
Pascakejadian, bapak dan anak itu sempat melarikan diri. Namun setelah Polsek Torgamba mengimbau agar keduanya menyerahkan diri, Suprayetno akhirnya diantar oleh keluarganya ke kantor polisi.
Sementara Suprastio hingga kini masih dalam pengejaran aparat.
Jenazah Wahyudi Kurniawan telah dikebumikan di TPU Dusun Cinta Makmur, Desa Aek Batu, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Baca juga: Viral Pembunuhan Sadis di Rumbai, Boru Sitio Tewas Dihantam Balok
Polisi menegaskan tuduhan pesan senonoh yang menjadi pemicu kejadian belum dapat dibuktikan kebenarannya — menjadikan kematian seorang remaja 18 tahun ini semakin memilukan: nyawa melayang atas tuduhan yang bahkan tak pernah terbukti. []
Kontributor Sumut: Rahmat Hidayat


