Pendidikan tingginya kemudian dilanjutkan di bidang Ilmu Administrasi Negara di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) pada tahun 2005-2008. Dari pendidikan tersebut, Guruh memperoleh gelar Sarjana Administrasi Publik.
Pada tahun 2010, ia kembali melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Magister Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia.
Di luar pendidikan formal, Guruh dikenal luas sebagai sosok yang memiliki ketertarikan besar terhadap dunia seni sejak usia muda. Ia aktif dalam seni tari dan musik serta mendirikan sejumlah kelompok kesenian.
Beberapa di antaranya adalah Swara Mahardika dan GSP Production. Guruh juga terlibat dalam grup musik Guruh Gipsy serta Gank Pegangsaan bersama sejumlah musisi, seperti Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye.
Sejumlah karya musik yang diciptakannya kemudian dikenal luas dan menjadi bagian dari khazanah musik Indonesia.
Beberapa di antaranya yakni “Kala Sang Surya Tenggelam”, “Melati Suci”, “Zamrud Khatulistiwa”, “Lenggang Puspita”, “Mahadaya Cinta”, serta “Galih dan Ratna”.
Dalam kehidupan pribadinya, Guruh pernah menikah dengan Guseynova Sabina Padmavati, perempuan asal Uzbekistan, pada tahun 2002. Pernikahan tersebut berakhir dengan perceraian pada tahun 2009.
Guruh juga aktif dalam politik. Ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada tahun 1982 sebelum kemudian melanjutkan kiprahnya bersama PDI Perjuangan sejak tahun 1999.
Di parlemen, Guruh pernah menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur. Masa pengabdiannya sebagai anggota DPR berlangsung sejak tahun 1999 hingga tahun 2024. []

