Makassar, Opsi.ID — Industri musik dan pop culture Kota Daeng kedatangan warna baru lewat kemunculan HANANA Idol. Idol group lokal ini resmi melakoni penampilan perdana mereka (debut stage) pada gelaran Nippon Day 2026 yang diselenggarakan oleh Konsuler Jepang di Makassar, Sabtu, 22 Agustus.
Grup beranggotakan lima orang, yakni Kaerin, Clara, Sea, Icell, dan Yennie, ini mengusung identitas utama berbasis konsep bunga yang terinspirasi dari kebudayaan Jepang. Membuka perjalanan kariernya, HANANA Idol langsung memberikan kejutan dengan membawakan dua lagu orisinal perdana mereka yang berjudul “Hana” dan “Kisah Kita”.
Proses menuju panggung debut tersebut diakui tidak berjalan tanpa hambatan. Manajer HANANA Idol, Bang Iz, membeberkan bahwa timnya harus berpacu dengan waktu demi menyelesaikan proses produksi kedua lagu tepat sebelum panggung dibuka.
“Debut kali ini sangat meriah dan luar biasa. Salah satu tantangan terbesar kami memang mengejar waktu untuk segera menuntaskan dua single HANANA. Namun, berkat kerja keras seluruh tim, kami akhirnya berhasil membawakan kedua lagu tersebut di panggung debut,” kata Bang Iz usai acara.
Ia optimistis karya HANANA Idol akan mendapat tempat di hati masyarakat luas. Bang Iz memastikan bahwa kedua lagu tersebut akan segera didistribusikan ke berbagai kanal pemutar musik digital. “Pastinya semua lagu HANANA akan segera bisa dinikmati di beberapa platform, khususnya YouTube Music dan Spotify,” tambahnya.
Antusiasme senada disampaikan oleh sang ketua grup (leader), Yennie. Mewakili rekan-rekannya, ia mengaku lega sekaligus terharu melihat sambutan hangat dari para pengunjung yang memadati panggung Nippon Day 2026.
“Saya sangat senang bisa menghibur para pengunjung Nippon Days. Kami berharap dukungan penuh dari warga Kota Makassar dan sekitarnya agar HANANA Idol bisa terus konsisten berkarya dan mewarnai panggung hiburan di kota ini,” ujar Yennie.
Kehadiran HANANA Idol diharapkan dapat menjadi wadah ekspresi kreatif bagi anak muda Makassar yang menggemari pertunjukan musik dan pop culture Jepang, sekaligus membuka ruang pertumbuhan baru bagi industri musik lokal.


