Cirebon – Anggota DPR RI, Herman Khaeron, menilai Festival Milm Kampung Cirebon 2026 memiliki peran strategis dalam menjaga identitas, karakter, dan sejarah daerah melalui karya-karya kreatif masyarakat. Penilaian tersebut disampaikan Herman melalui sambutan video yang diputar pada Malam Anugerah Festival Milm Kampung Cirebon 2026 di Keraton Kacirebonan, Kota Cirebon, Selasa (28/7/2026).
Dalam pesannya, Herman mengatakan festival yang secara konsisten digelar oleh Majelis Seni Tradisi Cirebon setiap tahun telah menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan, inovasi, dan karya seni yang dapat dinikmati sekaligus diapresiasi masyarakat melalui ajang kompetisi.
“Festival Milm Kampung ini merupakan kelanjutan dari festival-festival sebelumnya yang telah melahirkan ide, gagasan, inovasi, dan karya seni yang bisa ditampilkan kepada publik, dinilai, hingga akhirnya menghasilkan karya-karya terbaik,” ujar Herman.
Menurutnya, Festival Milm Kampung memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar ajang perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya merawat tradisi dan seni yang mencerminkan jati diri masyarakat di setiap wilayah. Melalui film-film yang dihasilkan, kehidupan kampung, karakter masyarakat, hingga perjalanan sejarah daerah dapat terdokumentasikan dengan baik.
Herman menambahkan, tema Festival Milm Kampung tahun ini yang mengangkat babad kampung menjadi media untuk memperkenalkan sejarah berdirinya kampung maupun daerah kepada masyarakat. Ia menilai karya-karya tersebut dapat menjadi warisan identitas sekaligus menggambarkan kondisi sosial dan budaya di masing-masing wilayah.
“Milm Kampung bisa menjadi pewaris identitas dan karakter, melahirkan gambaran serta memotret situasi kampung maupun daerahnya masing-masing,” katanya.
Selain berfungsi sebagai media pelestarian sejarah, Herman juga menilai festival tersebut mampu mempererat persatuan masyarakat melalui cerita-cerita yang diangkat dari perjalanan panjang sebuah kampung maupun daerah. Menurutnya, karya seni yang lahir dari festival ini juga dapat menjadi inspirasi dalam pembangunan di masa mendatang.
“Selain menjadi pewaris identitas dan karakter, acara ini juga akan menjadi media pemersatu dan pada akhirnya menjadi sumber inspirasi pembangunan,” ucapnya.
Herman berharap Festival Milm Kampung terus berkembang dan menghadirkan karya-karya yang semakin berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung pada malam penganugerahan lantaran sedang menjalankan tugas negara.
“Saya berharap penyelenggaraan festival ini terus menjadi agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya,” tuturnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Barat dari Partai Demokrat, dr. Ratnawati, M.K.K.K., menilai dedikasi para seniman dan antusiasme masyarakat menjadi faktor utama yang membuat Festival Milm Kampung Ciayumajakuning 2026 terus berlangsung secara konsisten. Menurutnya, keberlanjutan festival menunjukkan komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan para seniman yang terus berkontribusi mempertahankan seni tradisi di tengah perkembangan zaman.
“Terima kasih kepada para seniman atas dedikasinya, serta masyarakat Kota Cirebon atas antusiasmenya yang terus mendukung penyelenggaraan Festival Milm Kampung dari tahun ke tahun,” ujar Ratnawati.
Ratnawati turut mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan dan berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi lahirnya karya-karya baru dari para seniman di wilayah Ciayumajakuning.
“Saya ucapkan selamat kepada para pemenang dan penerima penghargaan. Semoga terus berkarya dan semakin cemerlang pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Pada Malam Anugerah Festival Milm Kampung 2026, panitia memberikan penghargaan untuk sejumlah kategori, mulai dari karya film terbaik, sutradara terbaik, aktor dan aktris terbaik, hingga Anugerah Cipta Rasa Karsa. Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Film Kampung yang terus mendorong lahirnya karya-karya kreatif berbasis sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat di wilayah Ciayumajakuning.


