Cirebon – Aksi pelemparan batu terhadap bus rombongan suporter Persija Jakarta, The Jakmania, di Tol Palikanci, Kabupaten Cirebon, mendapat kecaman dari Jakmania Cirebon. Insiden yang menyebabkan dua suporter terluka tersebut dinilai membahayakan keselamatan penumpang dan mencederai semangat persaudaraan dalam sepak bola.
Ketua Biro The Jakmania Cirebon, Syahril Rizky Kurniawan, menyayangkan tindakan pelemparan yang terjadi di Kilometer 199.800, tepatnya di Desa Astapada, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.
Akibat kejadian tersebut, dua penumpang bus mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Mitra Plumbon.
Syahril meminta kepolisian mengusut perkara tersebut secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan. Menurutnya, penanganan hukum diperlukan agar insiden serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan rombongan suporter tetap terjaga saat melakukan perjalanan.
“Kami berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti dan mengusut tuntas insiden tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Syahril.
Selain mendesak pengungkapan kasus, Jakmania Cirebon mengajak masyarakat dan seluruh kelompok suporter sepak bola untuk menjaga ketertiban serta menghormati perbedaan dukungan terhadap klub masing-masing.
Syahril menegaskan, rivalitas dalam sepak bola semestinya tidak menjadi pembenaran untuk melakukan kekerasan, terlebih jika tindakan tersebut membahayakan nyawa dan keselamatan orang lain.
Ia mengajak para suporter menjadikan sepak bola sebagai sarana membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan antarkelompok, bukan sebagai pemicu konflik.
“Mari bersama-sama menjaga kondusivitas, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan sepak bola sebagai ajang persaudaraan, bukan permusuhan,” katanya.
Sementara itu, kepolisian telah melakukan pengecekan dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian pada Selasa (13/10/2026) siang untuk mengumpulkan informasi serta menelusuri identitas pihak yang diduga melakukan pelemparan.
Dalam pendalaman awal, polisi menduga lebih dari lima orang terlibat dalam insiden yang menyebabkan dua suporter mengalami luka di bagian tangan tersebut.
Jakmania Cirebon berharap proses penyelidikan dapat mengungkap pihak yang bertanggung jawab sehingga penanganan perkara dapat dilanjutkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


