Awal Misi: Singkirkan Monaco
Perjalanan PSG di fase gugur dimulai dengan duel sesama wakil Prancis melawan Monaco.
Pada leg pertama, PSG menang dramatis 3-2 di kandang Monaco sebelum bermain imbang 2-2 di Paris. Hasil agregat 5-4 membawa mereka melaju ke babak 16 besar.
Chelsea Jadi Korban Berikutnya
Di babak 16 besar, PSG benar-benar menunjukkan kekuatan mereka.
Chelsea dihajar 5-2 pada leg pertama sebelum kembali dikalahkan 3-0 di Stamford Bridge.
PSG lolos dengan agregat telak 8-2 dan mulai mengirim pesan serius kepada seluruh pesaing mereka di Eropa.
Liverpool Dibungkam Tanpa Balas
Tantangan berikutnya datang dari Inggris lagi.
Kali ini Liverpool yang menjadi korban. PSG menang 2-0 di Paris dan kembali meraih kemenangan dengan skor sama di Anfield.
Baca juga: Final Liga Champions: Arsenal Kejar Sejarah, PSG Bidik Dinasti Eropa!
Agregat 4-0 membuat mereka melaju ke semifinal tanpa kebobolan satu gol pun dalam dua pertandingan melawan salah satu tim paling berpengalaman di Liga Champions.
Drama Gila Lawan Bayern Munchen
Ujian terbesar PSG datang di semifinal saat menghadapi Bayern Munchen.
Leg pertama berubah menjadi pesta gol luar biasa dengan PSG menang tipis 5-4.
Bayern kemudian mencoba bangkit di leg kedua, namun PSG berhasil menahan mereka dengan skor 1-1.
Hasil tersebut membuat PSG lolos dengan agregat 6-5 dalam salah satu semifinal paling dramatis musim ini.
Mesin Gol Paling Menakutkan di Eropa
Jika dijumlahkan, PSG mencetak 23 gol hanya di fase gugur sebelum final.
Angka tersebut menjadi bukti mengapa lini serang mereka dianggap sebagai yang paling berbahaya di Eropa saat ini.
Dipimpin oleh Ousmane Dembélé serta diperkuat Khvicha Kvaratskhelia, PSG memiliki kemampuan menghancurkan lawan hanya dalam hitungan menit melalui serangan cepat dan rotasi pemain yang sulit dihentikan.


