Jokowi Centre Minta Pemerintah Tegas Cabut Hak Atas Tanah yang Ditelantarkan

Jakarta – Sekretaris Jenderal Jokowi Centre, Imanta Ginting meminta ketegasan pemerintah untuk mencabut hak atas tanah yang tidak dipergunakan sesuai dengan peruntukan hak yang diberikan.

Imanta mengatakan, persoalan penelantaran tanah sangat masif terjadi sehingga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Pandangannya, kehadiran mafia tanah juga sangat terasa hingga saat ini.

“Hak Atas tanah yang tidak dipergunakan sesuai perolehan hak guna atas atau tidak sesuai dengan peruntukan haknya harus dicabut haknya dan didistribusikan kepada yang lebih membutuhkan,” kata Imanta meneruskan keterangan resminya di Jakarta, Kamis, 16 Desember 2021.

Dia menegaskan, negara pemilik kewenangan dalam mengatur penggunaan hak atas tanah harus segera mencabut semua hak-hak atas tanah yang diterlantarkan.

“Karena disamping merugikan juga berpotensi menimbulkan masalah atau konflik horizontal di tengah-tengah masyarakat, disamping kejahatan-kejahatan pertanahan lainnya yang dilakukan oleh oknum-oknum mafia tanah yang tumbuh subur,” ujarnya.

Hal ini merespons pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat mengungkapkan data penguasaan tanah sebanyak 59 persen lahan yang ada di Indonesia dikuasai hanya oleh 1 persen penduduk.

Sedangkan 99 persen penduduk lainnya hanya menguasai 41 persen lahan yang ada.

Presiden Jokowi ungkapkan data tersebut dalam acara Kongres Ekonomi Umat Ke-2 MUI Tahun 2021 di Jakarta, Jumat, 10 Desember 2021 lalu.

“Ini menggambarkan adanya jurang atau ketimpangan dalam pengaturan dan distribusi yang dilakukan oleh negara melalui pemerintah sebelumnya, hal ini dibenarkan Jokowi, tapi bukan Jokowi yang membagi,” tuturnya.

Sejalan dengan pernyataan Presiden Jokowi, lanjutnya, harus ada langkah konkret yang dilakukan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Bahwa hak-hak tanah yang di terlantarkan akan dicabut dan dikelola menjadi Bank Tanah, sehingga negara akan lebih mudah menyediakan ketersediaan tanah untuk pembangunan dan mendistribusikannya kepada yang lebih membutuhkannya,” kata dia.

Kemudian, Imanta menyinggung soal proses pendistribusian reforma agraria yang saat ini masih mencapai 4,3 juta hektare.

Menurutnya, pendistribusian itu masih jauh dari target yang diinginkan Presiden Jokowi, yakni 12 juta hektare.

“Kita sangat berharap dan mendukung sikap presiden tersebut agar BPN dapat cepat dan tegas mengeksekusi perintah presiden tersebut,” ucap Imanta.

Lebih lanjut, dia menuturkan Jokowi Centre kerap mendampingi masyarakat yang mengalami persoalan atas kasus pertanahan.

Kata dia, hingga saat ini masyarakat masih merasakan adanya keterlibatan mafia tanah atas kasus-kasus tersebut.

“Sangat terasa adanya keterlibatan mafia tanah disana, sehingga dalam penyelesaian kasus tersebut harus ada ketegasan dan good will pemerintah, dengan mengedepankan regulasi pertanahan sebagaimana semangat reforma agraria yang menjadi program prioritas Presiden Jokowi,” katanya.

“Karena yang terjadi di lapangan, sering rakyat atau masyarakat penggarap atau yang punya hak ulayat jadi korban kriminalisasi oleh oknum mafia tanah,” sambungnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan kecaman atas keterlibatan oknum-oknum pejabat yang bekerja sama dengan mafia tanah untuk merampas hak masyarakat.

“Kita juga sangat mengecam keterlibatan oknum-oknum pejabat yang mau bekerja sama dengan para mafia tanah. Presiden Jokowi sudah dengan tegas secara berulang kali menyampaikan agar Polri tegas dalam menindak mafia mafia tanah tersebut,” ucap Imanta Ginting.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

Polemik Pernyataan Jusuf Kalla, PP GMKI Minta Kader dan Eks Ketum Taat Konstitusi Organisasi

Jakarta – Polemik pernyataan Jusuf Kalla yang disampaikan dalam...

Profil Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam

Langgur – Nama Agrapinus Rumatora atau yang dikenal sebagai...

Dee Lestari Rilis Single Kabarku

Jakarta - Penulis sekaligus musisi Dee Lestari kembali menegaskan...

Dasco Turun Tangan, Dana Rp28 Miliar Milik Paroki Aek Nabara Cair Besok

Jakarta – Harapan ribuan anggota Credit Union Paroki Aek...

Di Balik Palang Parkir, Ada Kartini Tangguh yang Menjaga Kepercayaan

Jakarta – Di balik ramainya kendaraan yang keluar masuk...

Prabowo Panggil Luhut ke Istana, Ini yang Dibahas Keduanya

Jakarta - Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional...

PSM Makassar Digugat Pailit oleh Eks Sekretarisnya

Makassar - PSM Makassar digugat pailit oleh Shesie Erisoya...

Beat Diabetes 2026 Hadir di Siantar, Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes

Pematangsiantar – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia, Tropicana...

Siapkan Perda CSR, Ghozi Zulazmi PKS Ingin Program TJSL dari BUMD Berdampak Nyata bagi Masyarakat Jakarta

Jakarta – Ketua Panitia Khusus Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial...

Berita Terbaru

Popular Categories