‎Judistira Hermawan Dorong Pembangunan Biopori Jumbo dan Pemutihan Beban Sewa bagi Penghuni Rusun Jakarta

Jakarta – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan mendorong Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, untuk memperkuat pengelolaan sampah di seluruh rumah susun (rusun) yang ada di wilayah ibu kota.

‎Judistira menekankan, area rusun perlu menjadi salah satu perhatian dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya.

‎Sebab, puluhan ribu warga yang tinggal di berbagai rusun di Jakarta menghasilkan sampah setiap hari sehingga pengelolaannya tidak cukup hanya mengandalkan proses pemilahan.

Baca juga: Judistira Hermawan Minta DLH DKI Perjelas Strategi Kelola Sampah, Tong RT hingga Gerobak Motor Dipertanyakan

‎Ia pun meminta kepada Kepala DPRKP Provinsi DKI Jakarta Kelik Indriyanto untuk memasukkan program pengurangan sampah dari sumber dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI Jakarta 2026.

‎”Intinya bukan hanya memilah sampah, tapi kita berusaha mengurangi sampah dari sumbernya,” kata Judistira saat rapat di Komisi D DPRD DKI bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dikutip Sabtu, 15 Agustus 2026.

‎Hal tersebut, lanjut dia, sejalan dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

‎Kebijakan tersebut, ujar Judistira, harus diterapkan secara konkret di lingkungan rusun, termasuk melalui pembangunan sarana yang dapat membantu mengurangi timbulan sampah.

‎Salah satu usulan yang disampaikan Judistira adalah pembangunan biopori jumbo di taman-taman yang berada di sekitar rusun. Menurut dia, fasilitas tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pengurangan sampah sekaligus pengelolaan lingkungan di kawasan permukiman.

‎”Saya berharap di semua rusun yang ada di Jakarta, di taman-taman yang ada di sekitar rusun, kita bangun biopori jumbo. Jadi kita benar-benar mengurangi sampah, bukan hanya pilah sampah,” ujarnya.

Suarakan Pemutihan Beban Sewa Rumah Susun

‎Selain persoalan sampah, Judistira juga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, memberikan perhatian serius terhadap penunggakan sewa rusun, utamanya di area Cakung, Jakarta Timur.

‎Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat penghuni rumah susun sewa saat ini tengah menghadapi tekanan cukup berat.

‎Judistira mengungkapkan, banyak warga menyampaikan keluhan kepadanya mengenai kewajiban pembayaran sewa. Karena itu, ia meminta Pemprov DKI mempertimbangkan kebijakan pengurangan atau pemutihan tunggakan bagi kelompok penghuni yang memiliki keterbatasan ekonomi.

‎”Rata-rata penghuni rumah susun sewa kita sedang menjerit semua. Tekanan ekonomi begitu berat,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta itu.

‎Secara khusus, Judistira meminta kebijakan tersebut diprioritaskan bagi warga yang terdampak program normalisasi sungai lalu direlokasi ke rusun.

‎Menurut Judistira, DPRKP Provinsi DKI Jakarta memiliki basis data yang jelas sehingga kelompok warga yang terdampak normalisasi sungai tersebut lebih mudah menjadi sasaran kebijakan afirmatif.

‎”Kalau kita belum bisa memberikan pengurangan ataupun pemutihan terhadap penghuni rumah susun yang memiliki keterbatasan ekonominya, paling tidak yang terkena normalisasi dulu,” ujarnya.

‎Judistira menyatakan persoalan tersebut juga telah disampaikan dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta.

‎Ia berharap, Pemprov DKI tidak mengabaikan kondisi warga rusun, khususnya di daerah Cakung, yang saat ini kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran sewa.

‎Ia juga menyinggung komunikasi sebelumnya dengan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Lusiana Herawati.

Baca juga: ‎Judistira Hermawan: Pansus DPRD DKI Perketat Pengawasan, 200 Vendor Sampah Bakal Disidak

‎Menurut Judistira, sebelumnya telah ada pembahasan mengenai kemungkinan pemutihan tunggakan bagi warga terdampak normalisasi, tetapi masih diperlukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

‎”Pada waktu itu, Ibu Lusi sudah menjanjikan kepada saya, tinggal ada satu koordinasi kepada kementerian untuk ini bisa dilakukan,” katanya.

‎Judistira menegaskan persoalan hunian dan pengelolaan sampah harus berjalan beriringan. Di satu sisi, pemerintah perlu memastikan kawasan rusun tetap memiliki sistem pengelolaan sampah yang mampu menekan timbulan dari sumbernya.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu memberikan perlindungan kepada penghuni rusun yang menghadapi tekanan ekonomi, terutama warga yang sebelumnya direlokasi akibat kebijakan pembangunan dan normalisasi.

‎Sebagai Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira berharap seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, sektor swasta hingga masyarakat mampu mengambil peran masing-masing dalam memperbaiki tata kelola sampah di Jakarta.

‎”Jakarta memang tidak baik-baik saja terkait dengan pengelolaan sampah. Saya berharap semua stakeholders yang ada di Jakarta, baik masyarakat, pemerintah maupun pihak swasta, menggiatkan pengelolaan sampah di sektor masing-masing,” kata Judistira Hermawan. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Haul ke-20 Pendiri NU Sulsel, Puang Makka: Mengenang Hari Sejarah

Makassar, OPSI.ID - Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassariy akan...

Xanana Gusmao Puji Jokowi di Solo: Visi Pembangunan Tak Boleh Hanya Jawa-Jawa-Jawa

SOLO, Opsi.id  – Perdana Menteri Timor-Leste Xanana Gusmao kembali...

Buka Wedding Expo di Gamara Hotel, Asisten 1 Pemkot Makassar Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif

Makassar, OPSI.ID - Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan...

Hotel Gammara Makassar Gelar Wedding Expo 2026 ‘Mapabotting Ri Gammara’

Makassar, OPSI.ID - Hotel Gammara Makassar resmi menggelar ajang...

Rekrutmen KAI Group 2026 Dibuka! Cek Formasi, Persyaratan, dan Cara Daftarnya

BANDUNG, Opsi.id   — PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama...

‎Lulus Kuliah Tak Perlu Cari Lowongan, 147 Mahasiswa ITPLN Kontrak Ikatan Kerja

‎Jakarta - PT PLN (Persero) resmi mengikat 147 mahasiswa...

Berita Terbaru

Popular Categories