Gowa, OPSI.ID – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muh Mardiono menanggapi wacana Parliamentary Threshold atau ambang batas parlemen sebesaar 5 persen dalam pembahasan revisi Undang Undang Pemilu.
PPP tak gentar dengan wacana ambang batas parlemen sebesar 5 persen.
Mardiono mengaku PPP sudah memiliki kajian terkait ambang batas parlemen yang saat ini bergulir di DPR RI untuk pembahasan revisi UU Pemilu.
Mardiono juga mengaku sudah bertemu sejumlah pimpinan partai politik (parpol) untuk membahas terkait ambang batas parlemen.
“Tidak semuanya menyetujui ambang batas parlemen nanti, nanti dipatok pada 5 persen.Tetapi (isu PT 5 persen) ini baru pada batas wacana, dan itu tidak bisa berada di forum resmi,” ujarnya kepada wartawan usai Silaturahmi dan Konsolidasi DPW PPP Sulsel di Arifah Convention Hall, Kabupaten Gowa, Senin (28/9) malam.
Bahkan, Mardiono menyebut wacana ambang batas parlemen sebesar 5 persen baru sebagai bunga-bunga demokrasi. Ia menegaskan soal ambang batas parlemen akan terjadi saat di forum resmi
“Wacana-wacana itu hanya pemikiran-pemikiran sebagai bunga-bunga demokrasi, karena tidak berada dalam forum yang resmi. Nanti forum yang resmi adalahperdebatan yang muncul di dalam pembahasan undang-undang itu,” tegasnya.
Meski begitu, Mardiono menegaskan PPP sangat siap dengan sistem pemilu apapun.
Kegagalan meraih suara sesuai ambang batas parlemen sebesar 4 persen pada Pemilu 2019 menjadi pelajaran berharga.
Mardiono bahkan yakin dan siap, jika partai berlambang kakbah ini mampu kembali masuk parlemen dengan sistem apapun.
“PPP sudah 11 kali ikut pemilu. Kita (sistem Pemilu) terbuka sudah, tertutup sudah, kemudian dengan multi-partai, tanpa Parliamentary Threshold sudah. Kemudian ada Parliamentary Threshold juga sudah. Sehingga nanti apapun yang memutuskan oleh sebuah kesepakatan pada sebuah undang-undang yang sah, pasti PPP akan menyusul untuk terus ikut berkompetisi,” kata Mardiono.


