‎Mahasiswi ITPLN Juara 1, Manfaatkan AI Atasi Limbah Elektronik

Jakarta — Mahasiswi Institut Teknologi PLN (ITPLN), Putri Sahira, meraih juara 1 dalam Specta FST UT 2026 International Essay Competition kategori Mathematical, Computational and Digital Innovation. Putri mengusulkan REVIVE, ekosistem pendukung keputusan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengatasi penumpukan limbah elektronik sekaligus mengoptimalkan pemulihan material bernilai tinggi.

‎Melalui esai berjudul “REVIVE: An AI-Powered Decision-Support Ecosystem for Addressing E-Waste Accumulation and Enhancing High-Value Material Recovery”, Putri yang merupakan mahasiswa Teknik Elektro tersebut menawarkan pendekatan untuk menentukan apakah perangkat elektronik bekas sebaiknya digunakan kembali, diperbaiki, atau didaur ulang. Gagasan ini berangkat dari meningkatnya limbah elektronik yang masih menyimpan material berharga, seperti emas, tembaga, dan litium.

‎”Saya mengangkat masalah limbah elektronik yang semakin meningkat seiring penggunaan perangkat elektronik. Padahal, perangkat bekas masih mengandung material berharga seperti emas, tembaga, dan litium,” ujar Putri dalam keterangannya Kamis, 29 Oktober 2026.

‎Putri mengintegrasikan computer vision, AI, dan smart reverse logistics untuk membantu menilai kondisi perangkat serta merekomendasikan penanganan yang sesuai. Menurut dia, tantangan utamanya adalah memastikan teknologi tersebut realistis diterapkan. AI, misalnya, dapat mengenali perangkat dan kerusakan yang terlihat, tetapi belum tentu mampu mendeteksi kondisi komponen internal.

‎”Karena itu, REVIVE dirancang sebagai sistem pendukung keputusan, bukan pengganti pemeriksaan teknis. Saat ini, konsep tersebut masih berupa gagasan awal yang memerlukan pengembangan dan validasi,” katanya.

‎Esai itu dikerjakan selama dua hingga tiga minggu, mulai dari penelusuran referensi ilmiah, pengembangan ide, hingga penulisan dalam bahasa Inggris. Setelah melewati seleksi awal, karya para finalis dinilai tiga juri eksternal, yakni Prof. Dr. Zuzana Palková, Dr. Harouna Issa Amadou, dan Prof. Dr. Fatia Fatimah. Para pemenang dari berbagai kategori berasal dari lima perguruan tinggi, yaitu IPB University, Nanyang Technological University, ITPLN, President University, dan Universitas Terbuka.

‎Putri menilai ilmu teknik dapat diterapkan lintas bidang, termasuk kecerdasan buatan dan keberlanjutan lingkungan. Ia berharap perguruan tinggi semakin memperluas pendampingan riset, fasilitas pengujian, serta akses informasi kompetisi agar gagasan mahasiswa dapat dikembangkan menjadi inovasi yang teruji.

‎”Menurut saya, REVIVE berpotensi dikembangkan menjadi platform yang membantu masyarakat menentukan penanganan perangkat elektronik bekas. Namun, perlu dibuat prototipe dan dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah sistemnya bisa memberikan rekomendasi yang akurat,” tuturnya.

‎Ke depan, Putri ingin mengembangkan REVIVE melalui pembuatan prototipe dan pengujian menggunakan data serta kondisi perangkat elektronik nyata. Ia berharap gagasan tersebut tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi dapat menjadi solusi praktis bagi pengelolaan limbah elektronik. Putri juga mendorong mahasiswa untuk berani mengikuti kompetisi tanpa harus menunggu ide yang sempurna.

‎“Mulai dari masalah yang menurut kalian penting. Cari tahu lebih banyak soal masalah itu. Setelah itu, coba buat solusi langkah demi langkah,” ucapnya. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Rektor Unhas Lepas 34 Tim ke PIMNAS ke-39, Target Pertahankan Gelar Juara Umum

Makassar, OPSI.ID - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Jamaluddin...

Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Dibayar Rp 9 Juta per Hari, Ini Profesinya

Madiun, OPSI.ID - Dwi Bagus Martono (40), tersangka kasus...

PN Surakarta Tolak Gugatan Srigit Pratomo soal Ijazah Jokowi

Surakarta, OPSI.ID - Pengadilan Negeri (PN) Surakarta menolak seluruh...

Usai Diperiksa, 19 Orang yang Diamankan dalam Demo Jakarta Dipulangkan

Jakarta, OPSI.ID - Polda Metro Jaya memulangkan 19 orang...

Pangdam XIV/Hasanuddin Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Antisipasi Karhutla

Makassar, OPSI.ID - Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko...

Denny Indrayana Cabut Gugatan Suket Gibran di PTUN, Sebut Sikap Tergugat Aneh Bin Ajaib

JAKARTA, Opsi.id – Pakar hukum tata negara Denny Indrayana bersama...

Jokowi Siap Hadir di Sidang Roy Suryo, Tunggu Panggilan Resmi Pengadilan

SOLO, Opsi.id – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo...

‎Strategi Tim ITPLN Juara 1 Calculus Cup UNJ 2026

‎Jakarta – Mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN), Muh. Raihan...

Berita Terbaru

Popular Categories