Majelis Umat Kristen Indonesia Serukan Dialog Terkait Polemik Ceramah Jusuf Kalla

Jakarta – Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) mengeluarkan tujuh poin pernyataan sikap terkait polemik ceramah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang beredar luas di masyarakat.

Dalam surat resmi tertanggal 15 April 2026, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MUKI menilai potongan video ceramah tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan umat Kristen, khususnya terkait pernyataan mengenai “mati syahid”.

MUKI menegaskan, dalam ajaran Kristen tidak dikenal konsep tersebut sebagaimana yang dipahami dalam konteks yang beredar. Sebaliknya, ajaran Kristiani menekankan larangan membunuh serta mengedepankan kasih, termasuk kepada sesama dan bahkan kepada musuh.

Meski demikian, MUKI mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog guna menjaga kerukunan antarumat beragama.

MUKI meminta Nasaruddin Umar bersama jajaran Kementerian Agama untuk proaktif memfasilitasi dialog antara umat Kristen dan Islam guna mencegah potensi konflik yang lebih luas.

Selain itu, MUKI juga mendorong para pimpinan gereja di Indonesia untuk menyampaikan imbauan yang menyejukkan kepada umat, agar polemik tidak berkembang menjadi perpecahan.

Kepada Jusuf Kalla, MUKI meminta agar membuka ruang dialog dengan berbagai elemen gereja dan organisasi Kristen. MUKI menyatakan telah mengirimkan surat untuk menjalin komunikasi langsung.

“MUKI tetap mengutamakan dialog daripada mempertentangkan dan mencari permusuhan,” demikian salah satu poin pernyataan tersebut.

Baca juga: PGLII Nilai Pernyataan Jusuf Kalla Keliru, Minta Klarifikasi

Di sisi lain, MUKI mengimbau umat Kristen untuk merespons polemik dengan sikap tenang, tidak terprovokasi, serta tetap menjaga kedamaian dan toleransi antarumat beragama.

Organisasi ini juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerukunan melalui prinsip “4K”, yakni kebenaran, keadilan, kesetaraan, dan kasih, dalam bingkai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pernyataan ini ditandatangani Ketua Umum DPP MUKI Djasarmen Purba dan Sekretaris Jenderal Pdt. Dr. Joice Ester Raranta. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Grup Duo Asal Makassar, DVY Rilis Single Bloom/Gloom

Jakarta - Duo musik asal Makassar, DVY, yang terdiri...

‎Serah Terima Kunci, Sarana Jaya Jamin Legalitas Hukum AJB Hunian Menara Samawa di Pondok Kelapa

‎Jakarta - Perumda Pembangunan Sarana Jaya menggelar penandatanganan Akta...

‎Momen TP PKK DKI Jakarta dan Daya Wanita PAM Jaya Bagikan 357 Toren Air Gratis di Jakarta Timur

‎Jakarta - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP...

Pelajar SMA di Tapsel Tewas Usai Minum Racun Rumput

Tapanuli Selatan, Opsi.id  – Pelajar SMA berinisial AAS (16)...

Hadir di Jam Rawan, PJR Ditlantas Polda Sulbar Tingkatkan Patroli dan Edukasi

Mamuju, OPSI.ID - Dalam upaya menjaga keamanan, ketertiban dan...

Irjen Adi Deriyan: Anggota Berprestasi Diberi Penghargaan, Pelanggar Ditindak Tegas

Mamuju, OPSI.ID - Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar), Irjen Pol...

DPRD DKI Soroti Tajam Bisnis Tata Kelola Parkir Perumda Pasar Jaya

Jakarta - Anggota Pansus Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI...

Rapat Paripurna LKPJ 2025, Pemkot Cirebon Jadikan Rekomendasi DPRD sebagai Acuan Strategis

Cirebon - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon berupaya untuk terus...

Berita Terbaru

Popular Categories