Maman Abdurrahman Ungkap Penyebab Produk UMKM Sulit Terserap Pasar Domestik

Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkap salah satu penyebab produk lokal yang dihasilkan pelaku UMKM belum terserap secara optimal di pasar dalam negeri.

Menurut Maman, berbagai program pemerintah seperti pemberian pembiayaan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas produksi belum akan memberikan dampak maksimal apabila pelaku UMKM masih kesulitan menjual produknya.

“UMKM-nya sudah kita kasih modal, kita berikan pelatihan, kita buka peningkatan kapasitas produksi bagaimana caranya mereka bisa produksi barang sebagus-bagusnya. Tetapi yang jadi masalah, pada saat dia sudah produksi barang, dia mau jual ke pasar, barangnya enggak laku,” ujar Maman dalam acara UMKM Finance Summit 2026, Selasa, 11 Agustus 2026.

Produk Impor Jadi Tantangan UMKM Lokal

Maman mengatakan salah satu tantangan besar yang dihadapi UMKM saat ini adalah persaingan dengan produk impor yang banyak beredar di pasar domestik.

Menurutnya, kondisi pasar dalam negeri perlu mendapat perhatian agar produk lokal memiliki ruang untuk berkembang.

“Faktor yang paling besar adalah pasar domestik kita becek. Pasar domestik kita dipenuhi dengan produk-produk barang impor,” katanya.

Ia menilai peningkatan pembiayaan dan pelatihan tidak akan cukup apabila pelaku UMKM tidak memiliki akses pasar yang kuat.

“Yang mau enggak mau, di-top-up pembiayaan seperti apa pun, didorong akses pendidikan seperti apa pun, tapi pada saat pasarnya nggak bisa kita sterilkan, mereka akan mati dengan sendirinya,” ujar Maman.

Pemerintah Tidak Tutup Akses Produk Impor

Meski menyoroti tingginya persaingan produk impor, Maman menegaskan pemerintah tidak menolak keberadaan barang dari luar negeri.

Namun, ia mengingatkan bahwa masuknya produk impor perlu mempertimbangkan kemampuan produksi dalam negeri.

“Kita setuju, kita juga bukan berarti kami dari Kementerian UMKM anti terhadap produk impor. Tetapi pada saat kita mendorong produk-produk impor masuk ke pasar domestik kita, itu harus dilihat juga dengan kekuatan produksi barang domestik kita,” jelasnya.

Menurut Maman, keseimbangan antara perdagangan internasional dan perlindungan terhadap pelaku usaha lokal perlu menjadi perhatian.

Penyerapan Pasar Berkaitan dengan Risiko Kredit UMKM

Maman juga mengingatkan bahwa sulitnya penyerapan produk UMKM dapat berdampak pada kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pembiayaan.

Apabila produk yang dihasilkan tidak terjual, risiko kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) dapat meningkat.

“Kalau misalnya UMKM-nya dia nggak bisa jual barangnya, akhirnya kredit macet juga, NPL naik. Akhirnya problem sosial,” katanya.

Karena itu, Maman menilai pengembangan UMKM tidak bisa hanya berfokus pada akses pembiayaan.

Menurutnya, pemerintah perlu melihat seluruh rantai usaha, mulai dari dukungan modal, peningkatan kualitas produksi, hingga kepastian pasar.

“Melihat sektor UMKM, tidak bisa hanya sekadar melihat dari sisi pembiayaannya saja, tapi harus melihat dari sisi hilirnya, yaitu pasar,” ujar Maman.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Urus Paspor Makin Mudah, Imigrasi Cirebon Hadirkan Layanan PASPORIA di Ruang Publik

Cirebon – Masyarakat yang ingin mengurus paspor kini memiliki akses...

Unhas Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa untuk Xanana Gusmao, Ini Alasannya

Makassar, OPSI.ID - Universitas Hasanuddin (Unhas) akan menganugerahkan gelar Doctor...

Nova Arianto Bidik Laos, Garuda Muda Benahi Finishing Usai Ditahan Malaysia

Vientiane, Opsi.id  – Hasil imbang tanpa gol kontra Malaysia...

Diduga Kirim DM Mesum ke Perempuan, Dokter Obgyn di Curup Dinonaktifkan Klinik

Curup, Opsi.id – Kasus dugaan dokter spesialis obstetri dan...

Di Depan Putin, Prabowo: 1.000 Teman Terlalu Sedikit, Satu Musuh Terlalu Banyak

VLADIVOSTOK, Opsi.id  – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas...

‎Pramono Anung: Pembangunan Giant Sea Wall Diperlukan untuk Tangani Banjir Rob

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pembangunan...

PSM Makassar dapat Patch Khusus2 di Liga 1 2026/2027, Tanda Penghormatan untuk Para Juara

Makassar, OPSI.ID - PT Liga Indonesia Baru (LIB) menghadirkan...

Banjir Nepal Seret Ikan Lele Raksasa ke India, Warga Dilarang Konsumsi

BIHAR, Opsi.id  – Banjir yang menerjang Nepal membawa kejutan...

Berita Terbaru

Popular Categories