Mau Lapor Pengancaman, Polisi Malah Sarankan Rifa Handayani Izin ke Airlangga Hartarto

Jakarta – Rifa Handayani, perempuan yang belakangan membuat jagat politik Indonesia geger, merasa kecewa dengan penegakan hukum di Tanah Air.

Rifa menegaskan, hukum di Indonesia masih tebang pilih. Musababnya, dia merasa dipersulit polisi diduga saat melaporkan salah satu menteri di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo, Airlangga Hartarto (AH).

“Menurut saya (hukum di Indonesia, red) masih tebang pilih. Harapan saya hukum itu jangan tebang pilih! Saya sangat kecewa, saya banyak berkorban waktu dll apalagi dengan situasi pandemi sekarang mau ke Indonesia itu gak gampang,” kata Rifa diwawancara Opsi, Senin, 20 Desember 2021.

Dia menuturkan, pada Jumat, 10 Desember 2021, dirinya melaporkan AH dan istrinya berinial YA ke Bareskrim Polri. Setiba di sana, polisi menyebut bahwa laporan yang disampaikan Rifa masih kurang lengkap.

“Lalu tanggal 13 Desember, hari Senin saya kembali lagi ke Bareskrim dengan membawa kelengkapan bukti-bukti yang diminta. Lalu mereka bilang (bukti, red) ini gak bisa, karena media sosial Path sudah tidak ada,” ujarnya.

Membuatnya bingung lagi ketika muncul pernyataan dari polisi yang menyarankan agar Rifa meminta izin kepada menteri diduga AH jika ingin melakukan pelaporan.

“Tapi pengancaman yang lewat WhatsApp itu dibilang kalau mau melaporkan menteri harus ada izin menteri (AH, red). Waktu di Bareskrim ada orang cyber di lantai 15. Makanya saya merasa ini dipersulit menurut saya,” tuturnya.

“Lalu karena somasi dari pengacara AH itu ditujukan untuk suami saya, maka yang melaporkan harus suami saya, bukan saya. Intinya menurut saya seperti di persulit!” sambungnya.

Merasa dipersulit pihak kepolisian, lantas Rifa melaporkan pengaduan secara resmi kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada Selasa, 14 Desember 2021.

Hari berikutnya, Rabu, 15 Desember 2021, Rifa kembali melaporkan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani.

“Saya melaporkan pengaduan ke Badan Kehormatan DPR. Sampai sekarang belum ada tanggapan atas pelaporan tersebut,” kata Rifa.

Untuk proses selanjutnya, dia masih menunggu arahan dari tim kuasa hukumnya. “Saya menunggu arahan dari tim Kuasa Hukum saya,” ucap Rifa Handayani.

Diberitakan sebelumnya, Peneliti Senior Center for Indonesian Domestic and Foreign Policy Studies (CENTRIS) AB Solissa merespons isu perselingkuhan yang diduga melibatkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (AH) dengan seorang wanita bernama Rifa Handayani.

Solissa menilai isu perselingkuhan Menteri AH akan menjadi bola liar bagi pemerintah Joko Widodo atau Jokowi, sehingga bisa menimbulkan public distrust kalau tidak diselesaikan secara baik.

“Persoalan ini tidak hanya menghambat kerja-kerja pemerintah baik di sektor ekonomi maupun dalam hal penanganan Covid-19 yang kita belum tahu pasti kapan akan selesai karena virusnya terus bermutasi,” kata Solissa dalam keterangan tertulis diterima Opsi, di Jakarta, Minggu, 19 Desember 2021.

Solissa meminta isu perselingkuhan Menteri AH dengan perempuan bersuami itu perlu disikapi secepatnya, agar tak mengganggu konsentrasi pemerintah dalam menuntaskan target kerja pemerintahan Jokowi yang tersisa tiga tahun lagi.

“AH punya beban besar untuk mengeluarkan bangsa ini dari krisis Covid-19 sekaligus mengerjakan program pembangunan yang lain, sehingga soft landing -nya menemani akhir masa jabatan Presiden Jokowi bisa meninggalkan legacy yang akan dikenang oleh masyarakat Indonesia,” katanya.

Jurnalis Opsi sudah berupaya mengonfirmasi Airlangga Hartarto mengenai isu tersebut. Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu belum merespons. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Profil Karutan Balige Valen Sonar Rumbiak, Sah Menyandang Marga Pardede

Toba, Opsi.id - Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen...

SOUNDMATE Rilis Single Debut Manusia FAVORITKU

Jakarta - Grup band SOUNDMATE resmi memperkenalkan single perdana...

Sebelum Dibunuh, Pemilik Tambak di Deli Serdang Sempat Cekcok dengan Adik Ipar

Deli Serdang, Opsi.id— Kasus pembunuhan Sapri alias Uli (41),...

Dibunuh Adik Ipar, Pria di Deli Serdang Ditemukan Mengambang di Kolam Tambak

Deli Serdang, Opsi.id — Warga Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten...

Oknum Polisi Diduga Edarkan Sabu, Aipda JEB Ditahan di Lapas Sibolga

Tapteng, Opsi.id - Tapanuli Tengah digegerkan dengan penangkapan seorang...

Belgia Umumkan Skuad Piala Dunia 2026

Jakarta, Opsi.id  – Timnas Belgia resmi mengumumkan skuad mereka...

Kirab Budaya Digelar di Bandung, Catat Rute dan Kantong Parkirnya

Bandung - Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota...

Satlantas Polres Mabar Tak Kenal Libur Edukasi Masyarakat dalam Berkendara

Labuan Bajo, OPSI.ID - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres...

12 Tahun di Pelatnas, Gregoria Mariska Tunjung Resmi Mundur karena Vertigo

Jakarta, Opsi.id – Salah satu nama paling ikonik di...

Berita Terbaru

Popular Categories