Jakarta – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kevin Wu mengingatkan, parkir liar merupakan permasalahan kompleks yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan melakukan apel gabungan operasi penertiban parkir saja.
Kevin berpendapat, oknum penyelenggara parkir liar dan warga sudah tidak merasa takut dengan konsekuensi hukum dari tindakan tersebut, sehingga mereka berani untuk memarkirkan kendaraan-kendaraannya yang tidak sesuai dengan tempatnya.
“Warga memang tidak takut dan berani-berani saja untuk parkir sembarangan di atas trotoar atau di badan-badan jalanan. Bahkan, ternyata sedikit juga warga yang merasa itu adalah hal yang salah karena merasa sudah membayar oknum yang menyediakan lapak parkir liar tersebut,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Kamis, 11 Juni 2026.
Lebih lanjut ia menjelaskan, parkir liar terjadi karena kondisi infrastruktur parkir maupun transportasi umum di Jakarta yang masih belum memadai.
“Yang pertama adalah masalah tidak taat hukum. Di mana yang kedua adalah masalah Jakarta memang kekurangan tempat parkir untuk kendaraan-kendaraan warganya,” jelasnya.
“Berkaitan dengan masalah kedua, warga juga kesulitan menemukan moda transportasi umum yang terintegrasi dengan baik, bisa diandalkan dalam arti beroperasi tepat waktu, memiliki informasi yang lengkap terkait rute-rutenya, dan bisa digunakan secara nyaman,” ucapnya menambahkan.
Maka itu, Kevin mendorong agar apel gabungan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama elemen-elemen lainnya perlu dibarengi dengan konsistensi dalam penegakan hukum dan pembangunan infrastruktur perparkiran serta transportasi publiknya yang lebih baik lagi.
“Karena kalau cuma patroli-patroli berkala saja, atau penertiban-penertiban saja sudah tidak cukup lagi. Tunggu saja, beberapa hari setelahnya ketika para pengendara merasa situasinya sudah aman kembali, mereka akan parkir lagi di bahu-bahu jalan dan trotoar-trotoar kita,” katanya.
“Kedua, ada banyak pusat kegiatan masyarakat yang kekurangan tempat parkir. Contohnya, sepanjang Jalan Cikini, Senopati, di sekitar Cawang kalau sudah malam hari, dan lain-lain sehingga warga jadinya juga terpaksa untuk memarkirkan kendaraannya di tempat-tempat yang ada. Tempat yang ada itu adalah trotoar-trotoar dan ruas-ruas jalanan,” ujar dia lagi.
Tingkatkan Jaringan Transportasi Umum
Selain itu, Kevin juga mendorong agar pembangunan jaringan transportasi umum (transum) terus dilakukan untuk meningkatkan akses serta konektivitas warga di Jakarta.
“Transportasi umum kita ini masih perlu ditingkatkan lagi kualitas layanannya. Kita tidak bisa menafikan kalau kondisinya sudah meningkat. Rute-rute bertambah, jenis-jenis moda transumnya juga bertambah. Di beberapa tempat seperti Blok M juga sudah terintegrasi dengan cukup baik. Tapi, informasi rute-rutenya itu masih belum jelas bagi masyarakat,” ujarnya.
“Sayangnya, beberapa wilayah yang agak masuk ke dalam jalanan-jalanan perumahan juga masih belum terjamah oleh layanannya. Belum lagi waktu tunggu yang tidak jelas, fluktuatif, kadang cepat dan kadang lama sekali. Jadi, tidak sedikit warga yang memilih menggunakan kendaraan pribadi karena transumnya masih belum dapat diandalkan,” kata Kevin Wu memungkasi. []

