Jakarta, OPSI.ID – Cristiano Ronaldo menjadi sorotan saat Portugal mengalahkan Nigeria dengan skor 2-1 dalam laga uji coba FIFA Matchday di Stadion Dr. Magalhaes Pessoa, Leiria, Kamis (11/6) dini hari WIB.
Kapten timnas Portugal itu dipercaya tampil sejak menit awal sebagai ujung tombak serangan. Namun, performanya belum maksimal karena gagal mengonversi sejumlah peluang emas yang didapat sepanjang pertandingan.
Peluang pertama Ronaldo hadir pada menit kesembilan. Berdiri bebas di depan gawang Nigeria, tembakannya justru melebar tipis ke sisi kanan gawang lawan.
Kesempatan lain datang pada menit ke-21 setelah menerima umpan matang dari rekan setimnya. Akan tetapi, sepakan Ronaldo dari luar kotak penalti meluncur jauh dari sasaran.
Portugal akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-23 lewat gol Pedro Neto yang sukses menuntaskan serangan dari dalam area penalti.
Ronaldo kembali mengancam pada menit ke-34 melalui sundulan hasil sepak pojok Bruno Fernandes. Sayangnya, bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Nigeria.
Keunggulan Portugal tidak bertahan lama. Nigeria berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-37 melalui gol Akor Adams.
Memasuki babak kedua, Ronaldo kembali memperoleh peluang emas pada menit ke-50. Namun, penyelesaian akhirnya kurang sempurna setelah tembakannya melambung jauh dari target.
Pemain berusia 41 tahun itu juga sempat mendapat kesempatan pada menit ke-62. Meski berada dalam posisi menjanjikan, Ronaldo gagal melewati bek terakhir Nigeria sehingga peluang kembali terbuang.
Tak lama setelah itu, tepatnya pada menit ke-64, pelatih Portugal memutuskan menarik Ronaldo keluar lapangan.
Gol kemenangan Portugal akhirnya tercipta pada menit ke-75 melalui aksi Francisco Conceicao. Tendangan pemain muda tersebut dari dalam kotak penalti memastikan Selecao das Quinas menutup laga dengan kemenangan 2-1.
Meski timnya meraih hasil positif, Ronaldo masih mendapat sorotan karena penyelesaian akhirnya yang kurang efektif. Ia diharapkan mampu meningkatkan performa menjelang kiprah Portugal di Piala Dunia 2026. []

