Jakarta, Opsi.id – Pada malam penghargaan FIFA World Player of the Year 2007 di Zurich, dunia sepak bola tanpa sadar sedang menyaksikan awal dari rivalitas terbesar sepanjang masa.
Saat itu, Ricardo Kaka keluar sebagai pemenang. Di belakangnya berdiri dua pemain muda yang baru mulai mencuri perhatian dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Sebuah momen canggung terjadi ketika legenda Brasil, Pele, salah memberikan trofi posisi kedua kepada Ronaldo yang sebenarnya menjadi milik Messi.
Tak ada yang menyangka insiden kecil tersebut menjadi simbol lahirnya persaingan yang kemudian mendominasi sepak bola dunia selama hampir dua dekade.
Sejak 2007 hingga 2017, Messi dan Ronaldo bergantian memenangkan penghargaan individu paling bergengsi di dunia.
Dari 29 penghargaan pemain terbaik Eropa yang diberikan sejak 2007, sebanyak 20 di antaranya jatuh ke tangan salah satu dari mereka.
Dengan total hampir 2.000 gol, 85 trofi bersama klub dan tim nasional, serta sederet rekor yang sulit dipecahkan, Messi dan Ronaldo menjelma menjadi ikon global yang melampaui batas olahraga.
Rivalitas keduanya bukan sekadar soal siapa yang paling banyak mencetak gol atau memenangkan trofi.
Baca juga: Messi Cedera Paha Jelang Piala Dunia 2026, Argentina Menahan Napas
Persaingan itu mengubah cara sepak bola dimainkan, dipasarkan, dan dikonsumsi oleh miliaran penggemar di seluruh dunia.
“Menurut saya, Messi adalah pemain terbaik dalam sejarah dan Cristiano adalah pencetak gol terbesar dalam sejarah,” kata jurnalis sepak bola Spanyol, Guillem Balague dilansir dari BBC Sport, Jumat (5/6/2026).
Meski sering digambarkan sebagai dua sosok yang bertolak belakang, perjalanan hidup mereka memiliki banyak kesamaan.


