Modernisasi Grid Lintas Pulau, Rektor ITPLN Prof. Iwa Garniwa: Indonesia Harus Siapkan SDM Terampil

Jakarta — Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN) Prof. Iwa Garniwa mendorong pemerintah agar menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam menyukseskan modernisasi jaringan listrik Indonesia. Menurut Iwa, penguatan sistem kelistrikan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi seperti smart meter, tetapi juga membutuhkan tenaga ahli di bidang Internet of Things (IoT), keamanan siber, analitik data, hingga sistem manajemen energi.

‎Hal itu disampaikan Iwa saat menjadi panelis dalam sesi “Sovereign Strength: Modernising Grids Across Islands and Demand Centres” pada ajang MKI Electricity Connect 2026. Panel tersebut membahas modernisasi jaringan listrik di berbagai kepulauan dan pusat-pusat permintaan energi.

‎Diakuinya, karakteristik sistem kelistrikan Indonesia sangat kompleks karena terdiri atas banyak pulau dan memiliki kondisi jaringan yang berbeda-beda. Modernisasi jaringan, tegasnya, membutuhkan lebih dari sekadar pemasangan perangkat digital.

‎Menurutnya, Indonesia membutuhkan SDM yang memahami IoT, cybersecurity, analitik data, hingga teknologi pengelolaan sistem kelistrikan.

‎“Kita tidak hanya membutuhkan smart meter dan sebagainya. Kita membutuhkan lebih banyak orang yang memahami IoT, cybersecurity, data analitik. Kita membutuhkan mereka,” ujar Iwa di ICE BSD City, dikutip Rabu, 23 September 2026.

‎Dia menegaskan, tantangan tersebut semakin besar ketika modernisasi sistem kelistrikan dilakukan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Persoalannya bukan semata soal ketersediaan teknologi, melainkan siapa yang memiliki kemampuan untuk mengoperasikan, merawat, dan memperbaiki sistem tersebut.

‎Iwa mencontohkan kebutuhan mengganti pembangkit diesel dengan pembangkit energi surya yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi serta sistem kontrol. Teknologinya, kata dia, sudah tersedia. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan tersedianya tenaga ahli yang mampu mengelola sistem tersebut di lapangan.

‎“Siapa yang akan memelihara sistem di Atambua, misalnya? Siapa yang akan melakukan troubleshooting terhadap EMS?” ucap Iwa penasaran.

‎Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan perlunya tenaga profesional yang memahami sistem kelistrikan fleksibel, penyimpanan energi, elektronika daya, serta teknologi pendukung lainnya.

‎Selain Iwa, panel menghadirkan Shi Junying, Asia-Pacific Director, Electric Power Digitalization BU Huawei Technologies Co., Ltd.; Andrey Kennedy, Manager of Electricity System Planning for Java, Madura, and Bali PT PLN (Persero); serta Chris Bloomfield, Counsellor for Energy and Climate Change, Department of Climate Change, Energy, Environment and Water. Panel dimoderatori Ajita Mishra, Head of Market Development TransitionZero.

‎Dalam kesempatan itu, Iwa juga menyoroti kebutuhan energi dari kawasan industri yang berkembang di Indonesia. Kawasan seperti Morowali, menurut dia, membutuhkan pasokan listrik terbarukan dalam jumlah besar untuk mendukung aktivitas industri dan tuntutan terhadap energi yang lebih hijau.

‎Kondisi tersebut membutuhkan pengembangan sistem kelistrikan yang mampu menghubungkan sumber energi dengan pusat-pusat permintaan (demand centres). Indonesia, ungkapnya, perlu juga memperkuat kapasitas jaringan dan tenaga ahli untuk mengelola sistem tersebut.

‎Ia menilai kebutuhan modernisasi tidak hanya terjadi di Jawa. Sistem kelistrikan di berbagai wilayah Indonesia memiliki karakteristik dan tantangan masing-masing sehingga pendekatan yang digunakan juga tidak bisa diseragamkan.

‎“Ini sangat berbeda dengan karakteristik sistem kelistrikan di wilayah lain. Mereka membutuhkan energi terbarukan dalam jumlah besar,” imbuhnya.

‎Iwa juga menyinggung kebutuhan penguatan jaringan transmisi dan sistem kelistrikan berkapasitas besar untuk menghubungkan sumber energi dengan pusat permintaan. Menurut dia, kebutuhan tersebut semakin penting seiring munculnya pusat-pusat ekonomi baru seperti Nusantara.

‎SDM Jadi Kunci

‎Dalam konteks modernisasi jaringan listrik, Iwa menilai pengembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembangunan kompetensi SDM. Infrastruktur digital dan sistem kelistrikan cerdas, tegasnya, membutuhkan tenaga terampil yang mampu mengoperasikan sekaligus menjaga keandalan sistem.

‎Karena itu, penguasaan teknologi menjadi salah satu tantangan utama bagi perguruan tinggi dan industri. Kompetensi di bidang digitalisasi sistem tenaga, elektronika daya, penyimpanan energi, komunikasi, hingga kecerdasan buatan perlu semakin diperkuat.

‎Iwa menekankan bahwa Indonesia memiliki kemampuan teknologi yang dapat terus dikembangkan. Tantangannya adalah memastikan teknologi tersebut ditopang SDM yang mampu menerapkannya sesuai karakteristik sistem kelistrikan nasional.

‎Sementara itu, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero) Daniel Karmel Fernando Tampubolon menjelaskan, Indonesia membutuhkan tambahan jaringan transmisi sekitar 48.000 kilometer sirkuit (kms) sesuai RUPTL 2025-2034.

‎Pengembangan 48.000 kms transmisi tersebut, ungkapnya, menjadi bagian dari upaya PLN membangun Green Enabling Super Grid yang menghubungkan wilayah kaya sumber energi terbarukan dengan pusat-pusat permintaan listrik (demand centres). Dalam penjelasannya, Daniel mengungkapkan, tambahan transmisi mencakup Sumatera sekitar 11.155 kms, Jawa-Madura-Bali 13.889 kms, Kalimantan 9.812 kms, Sulawesi 9.019 kms, serta Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara sekitar 3.883 kms.

‎”Pembangunan jaringan tersebut diperlukan untuk menjembatani ketidaksesuaian antara lokasi sumber daya energi terbarukan dan pusat permintaan. Sistem transmisi yang semakin kuat memungkinkan listrik dari wilayah yang memiliki potensi energi hijau besar disalurkan ke pusat beban di berbagai wilayah Indonesia,” katanya.

‎Selain jaringan transmisi, PLN juga mendukung percepatan program PLTS 100 GWp yang telah diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto di Jembrana, Bali, pada 25 Agustus 2026 lalu. Program PLTS 100 GWp ini akan mengombinasikan pembangkit surya dengan battery energy storage system (BESS+PV), sehingga bisa menekan biaya produksi listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

‎Penerapan BESS+PV juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil dan memperkuat ketahanan energi nasional. Sistem penyimpanan energi tersebut dapat membantu menstabilkan jaringan listrik, meningkatkan fleksibilitas sistem, serta menjaga keandalan pasokan ketika terjadi perubahan beban.

‎Penguatan transmisi dan pengembangan PLTS 100 GWp menjadi bagian dari transformasi sistem kelistrikan menuju pemanfaatan energi terbarukan yang lebih besar. Melalui pembangunan jaringan lintas wilayah dan integrasi teknologi penyimpanan energi, PLN menyiapkan sistem kelistrikan yang mampu menyalurkan potensi energi terbarukan dari wilayah sumber menuju pusat-pusat kebutuhan listrik. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

KPK Bidik Belasan Aset Mewah Ipda Yayat dalam Pusaran Suap Bupati Bekasi

Bekasi, OPSI.ID - Anggota Intelkam Polsek Cimanggis, Ipda Yayat...

Santai Sore Vol. 39 Hadirkan Maysha Jhuan hingga MIRZATAMI di Baba Ramu Gading Serpong

Jakarta - Rakit Creative kembali menghadirkan acara musik rutin...

RAMENGVRL Awali Era #BADDIEPUSAT Lewat Lagu #COWOBARU

Jakarta - RAMENGVRL kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik...

Hadirkan 120+ Penampil, The Sounds Project Vol. 9 Dipadati Ratusan Ribu Penonton

Jakarta - Pesta musik tahunan, The Sounds Project kembali...

Sienna Spiro Siap Gelar Konser My House Tour di Jakarta

Jakarta - Promotor Ismaya Live resmi mengumumkan bahwa penyanyi-penulis...

KPK Bongkar Modus Fee Proyek 10 Persen, Bupati Bolmut Jadi Tersangka

JAKARTA, Opsi.id  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan...

IPW Laporkan Dugaan Pelanggaran HAM dalam Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI Tangerang

TANGERANG, Opsi.id – Indonesia Police Watch (IPW) melalui Tim...

Berita Terbaru

Popular Categories