Cirebon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar Financial Expo (FinExpo) 2026 di Grage Mall Cirebon, 31 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendekatkan berbagai produk dan layanan jasa keuangan kepada masyarakat sekaligus memperkuat literasi keuangan di wilayah Ciayumajakuning.
Mengangkat tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”, FinExpo 2026 menjadi agenda puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026. Melalui kegiatan tersebut, OJK berupaya mempertemukan masyarakat dengan industri jasa keuangan, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengungkapkan bahwa selama Oktober 2026, pihaknya bersama industri jasa keuangan dan sejumlah mitra telah melaksanakan puluhan kegiatan edukasi serta perluasan akses keuangan.
Rangkaian kegiatan tersebut berhasil menjangkau lebih dari 8.300 peserta dari berbagai kalangan. Materi yang diberikan tidak sebatas pengenalan produk keuangan, tetapi juga mencakup fasilitasi akses terhadap layanan formal, seperti pembukaan rekening tabungan hingga pengenalan investasi di pasar modal.
Menurut Agus, peningkatan akses keuangan harus dibarengi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat tidak salah dalam menentukan pilihan produk maupun layanan keuangan.
Hal itu sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diumumkan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dalam survei tersebut, indeks inklusi keuangan nasional mencapai 93,61 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 92,74 persen. Sementara indeks literasi keuangan naik menjadi 69,57 persen dari sebelumnya 66,64 persen pada 2025.
Data tersebut memperlihatkan semakin luasnya masyarakat yang telah terhubung dengan layanan keuangan formal. Namun, peningkatan akses masih perlu diikuti kemampuan memahami karakteristik produk, manfaat, biaya, hingga risiko yang menyertainya.
Agus menilai keterlibatan pemerintah daerah dan industri jasa keuangan menjadi faktor penting dalam mempercepat pemerataan akses tersebut, terutama untuk mendukung potensi ekonomi di masing-masing daerah.
“Melalui TPAKD di wilayah Ciayumajakuning, OJK Cirebon terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan industri jasa keuangan untuk memperluas akses keuangan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci agar berbagai potensi ekonomi daerah dapat didukung oleh akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang inklusif, sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Agus.
Untuk memperluas jangkauan program, OJK Cirebon mengoptimalkan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Melalui wadah kolaborasi tersebut, edukasi dan fasilitasi layanan keuangan diarahkan kepada berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, perempuan, pekerja, pelaku UMKM, petani, nelayan, hingga masyarakat perdesaan.
Dukungan terhadap program tersebut juga terlihat dari kehadiran sejumlah pimpinan daerah dalam pembukaan FinExpo 2026. Mereka di antaranya Wali Kota Cirebon, Bupati Cirebon, Wakil Bupati Cirebon, Bupati Kuningan, dan Bupati Majalengka.
Dalam kesempatan itu, OJK Cirebon turut memberikan penghargaan kepada sejumlah instansi, tokoh, asosiasi, dan komunitas yang dinilai berkontribusi dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan di Ciayumajakuning.
Apresiasi diberikan atas keterlibatan berbagai pihak dalam menyelenggarakan edukasi keuangan, memperluas jangkauan penerima manfaat, serta mendorong masyarakat menggunakan produk dan layanan jasa keuangan formal.
Sementara itu, area FinExpo 2026 menghadirkan berbagai lembaga jasa keuangan dari sektor perbankan, asuransi, pasar modal, perusahaan pembiayaan, hingga pergadaian. Sejumlah dealer kendaraan bermotor dan pengembang perumahan juga ikut berpartisipasi memberikan informasi mengenai pilihan pembiayaan dan kepemilikan aset.
Melalui stan yang tersedia, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan penyedia layanan untuk mendapatkan informasi, berkonsultasi, hingga mengetahui persyaratan dan mekanisme penggunaan produk keuangan.
Masyarakat juga memperoleh kesempatan memahami lebih jauh mengenai manfaat, risiko, biaya, serta hak dan kewajiban sebelum memutuskan menggunakan suatu produk jasa keuangan.
Salah satu layanan yang disediakan dalam pameran tersebut adalah stan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Fasilitas ini memungkinkan masyarakat melakukan pengecekan informasi riwayat kredit atau pembiayaan secara langsung selama kegiatan berlangsung.
Selain pameran, FinExpo 2026 juga menghadirkan sejumlah agenda edukatif, di antaranya Financial Talkshow dan sharing session dengan narasumber dari OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan sektor keuangan.
Kegiatan turut dilengkapi business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga jasa keuangan. Forum tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM dan pengusaha untuk mengenal peluang pembiayaan yang dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan kegiatan bisnis.
Berbagai kompetisi dan aktivitas interaktif juga disiapkan untuk menarik partisipasi masyarakat, sekaligus menyampaikan edukasi keuangan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

