Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif transportasi umum seperti Transjakarta, LRT Jakarta, hingga MRT yang akan mulai diberlakukan pada 1 Januari 2027.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, penyesuaian ini dilakukan mengingat tarif transportasi umum di ibu kota yang belum pernah mengalami kenaikan selama dua dekade terakhir.
”Dalam menentukan tarif transportasi yang baru yang sudah 20 tahun tidak pernah mengalami perubahan, akan kami berlakukan tanggal 1 Januari 2027, sehingga ada kesempatan yang cukup panjang untuk melakukan sosialisasi,” ujar Pramono, dikutip Rabu, 30 September 2026.
Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta memastikan kebijakan penyesuaian tarif ini akan diimbangi dengan perbaikan kualitas layanan secara menyeluruh, serta perluasan fasilitas subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu menekankan, penetapan tarif baru dihitung secara cermat agar tidak membebani kondisi ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga agar tarif transportasi publik di Jakarta tetap menjadi yang paling terjangkau dibandingkan wilayah sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengumumkan penambahan kelompok penerima manfaat layanan transportasi gratis dari 15 golongan menjadi 21 golongan.

Enam golongan tambahan tersebut mencakup pendamping penyandang disabilitas, pencari kerja, pasien rujukan rutin ke fasilitas kesehatan di Jakarta, pelajar dan mahasiswa tidak mampu di luar penerima KJP dan KJMU, UMKM binaan, serta korban bencana dalam masa pemulihan.
”Dalam waktu dekat Pemerintah DKI Jakarta juga akan memutuskan dari 15 golongan yang dulu digratiskan akan menjadi 21 golongan. Namun, untuk golongan yang dianggap mampu, subsidinya kita kurangi,” ucapnya.
Pramono meyakini, setelah penyesuaian diberlakukan, maka tarif transportasi umum di Jakarta akan tetap kompetitif dan terjangkau bagi publik.
”Di dalam menentukan tarif itu kami pasti mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat sehingga tidak membebani, dan saya yakin tarif ini dibandingkan dengan tarif di sekitar Jakarta masih menjadi tarif yang paling murah,” ucap Pramono Anung. []


