“Semangat perjuangan ini harus terus kita tanamkan dan wariskan kepada generasi penerus. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu,” ujar Bangun.
Sebelum kegiatan dimulai, Pangdam juga mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi musibah.
Ia berharap masyarakat yang terdampak bencana diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan.
Di hadapan para prajurit, Bangun kemudian menyampaikan pesan agar TNI AD senantiasa menjadi bagian dari masyarakat dan tidak berjarak dengan rakyat.
“Tetaplah menjadi prajurit yang rendah hati dan selalu baik dengan rakyat. Hasrat kita untuk selalu membantu rakyat kita yang sedang kesulitan itu selalu menggelora dalam hasrat dan perbuatan kita. Negara hadir, TNI AD hadir untuk membantu kesulitan rakyat di sekelilingnya,” tegasnya.
Bangun menjelaskan, Pesta Rakyat HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut telah dipersiapkan sejak jauh hari dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
Namun, sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap masyarakat NTT yang sedang tertimpa bencana, rangkaian kegiatan perayaan tersebut kemudian dihentikan.
Selain kepedulian terhadap korban bencana, Pangdam turut mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, kepedulian dan kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama selama musim kemarau. []


