PGLII Nilai Pernyataan Jusuf Kalla Keliru, Minta Klarifikasi

Tanggal:

Jakarta – Pengurus Pusat Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) menyayangkan pernyataan Jusuf Kalla terkait ajaran agama yang disampaikan dalam ceramah di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ketua Umum PGLII Pdt. Tommy O. Lengkong bersama Sekretaris Umum Pdt. Prof. Daniel Ronda menyampaikan sikap resmi organisasi melalui surat tertanggal 13 April 2026. PGLII menilai pernyataan tersebut keliru dalam memahami ajaran Kekristenan.

Dalam ceramahnya pada 5 Maret 2026, Jusuf Kalla menyinggung bahwa konflik keagamaan kerap dipicu oleh pemahaman tentang “syahid” yang menurutnya juga diyakini oleh dua agama besar, termasuk Kristen. Pernyataan itu kemudian memicu respons dari sejumlah kalangan.

PGLII menegaskan bahwa ajaran Yesus Kristus tidak membenarkan kekerasan. Sebaliknya, ajaran Kristen menekankan kasih, pengampunan, dan larangan membalas kejahatan dengan kejahatan.

“Pernyataan tersebut sangat berbeda bahkan bertentangan dengan ajaran Tuhan Yesus Kristus,” ujar Tommy dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: GAMKI Maluku: Pernyataan Jusuf Kalla Menyimpang dari Ajaran Kasih

Menurut PGLII, konsep martir dalam Kekristenan bukanlah tindakan membunuh atas nama agama, melainkan kesediaan seseorang mempertahankan iman hingga menghadapi kematian.

Organisasi ini juga meminta Jusuf Kalla untuk memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Untuk itu kami meminta Bapak segera mengklarifikasi pernyataan tersebut,” ujarnya.

PGLII mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan terkait agama, mengingat sensitifnya isu tersebut dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bagikan berita:

spot_imgspot_img

Populer

Baca Berita Lain
Terkait

Dilaporkan ke Polisi, Pihak JK Ngotot Ngaku Tak Bersalah

Jakarta - Pihak Jusuf Kalla bersikeras bahwa mereka tidak...

Survei Poltracking: Kepuasan Pemerintahan Prabowo–Gibran Tembus 74 Persen

Jakarta – Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei...

Partai NasDem Desak Tempo Minta Maaf dalam 1×24 Jam

Jakarta - Ratusan kader dan simpatisan Partai NasDem dari...

Komit Tunjukkan Hunian Berkualitas, Sarana Jaya Hadirkan Warna Fine Living

‎‎Jakarta — Perumda Pembangunan Sarana Jaya terus menunjukkan komitmennya...